
BONTANG : Hasil verifikasi ditemukan 2.460 KK tidak dapat menerima bantuan langsung tunai (BLT)bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bontang tidak bisa menerima bantuan sosial dari pemerintah tidak tersalurkan sebab penerima dikategorikan tidak layak.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Raking menjelaskan, berdasarkan data dari pemerintah pusat, terdapat 16.217 KK di Kota Bontang mendapatkan jatah BLT BBM.
Dari total itu, 6.462 KK merupakan penerima BLT BBM dari pemerintah pusat, sementara sisanya yakni 9.970 KK menjadi tanggungan Pemerintah Kota Bontang.
Raking menyebutkan, dari sekian banyak yang menjadi tanggungan pemerintah daerah, terdapat 2.460 KK tidak dapat menerima BLT BBM alias tidak tersalurkan karena penerima dikategorikan tidak layak.
“Ada yang sudah meninggal, tapi datanya masih muncul. Dan juga ada keluarga mampu tapi penerima BLT BBM,” ujarnya, Selasa (10/1/2023).
Ia menerangkan, sebelum penyaluran tersebut diberikan ke Dinas Sosial untuk di verifikasi melalui RT masing-masing, hanya saja waktu yang diberikan cukup singkat yakni hanya dua hari saja.
“Ini menjadi salah satu penyebab, ribuan BLT BBM tidak tersalurkan,”kata Raking.
Raking meminta agar pemerintah daerah untuk mencari solusi atas permasalahan data tersebut, meskipun penyaluran ini merupakan kewenangan Kementerian Sosial.
“Data kita ini harus di ubah dan diverifikasi lagi, dan ini menjadi tugas Dinas Sosial. Apalagi belum lama ini baru dilakukan sensus penduduk. Harapannya data yang diambil itu betul-betul rill,” ujarnya.
Terkait pemberian jangka waktu verifikasi data, Kepada Dinas Sosial Kota Bontang Bahtiar Mabe mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan durasi waktu cukup lama bagi kelurahan dan RT yakni selama sepekan lebih.
“Hanya saja dalam verifikasi memang terdapat warga yang ekonominya sudah beranjak dari yang kurang mampu menjadi mampu,”jelasnya.
Tak hanya itu saat verifikasi data di RT pun masih menggunakan hukum kedekatan, sehingga sasaran penerima data pun tidak tepat.
“Saya sudah himbau, jika seperti itu ada hukum pidananya, jika bermain-main dengan data,”tandasnya

