BONTANG: Sebanyak 2.460 bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM )di Bontang tidak tersalurkan karena permasalahan data. Akan hal ini Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang akan meluncurkan inovasi baru pendataan orang miskin menggunakan aplikasi.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang Bahtiar Mabe menerangkan tidak tersalurnya bantuan BBM tersebut disebabkan penerima manfaat dikategorikan kurang layak. Baik akibat meninggal dunia serta orang tersebut dikategorikan orang mampu atau orang berada.
Data penerima BLT BBM, merupakan kewenangan pemerintah pusat yakni Kementerian Sosial (Kemensos), namun data penerima bantuan sosial dari daerah juga menjadi kewenangan daerah.
Dalam memastikan penerima bantuan sosial tepat sasaran, DSPM Bontang tengah membangun sebuah aplikasi pendataan warga miskin Kota Bontang.
Aplikasi yang dimaksud pun tengah dilakukan percobaan di Kecamatan Bontang Barat, dengan dipegang langsung oleh seluruh Ketua RT.
“Ini kami sudah mencoba terapkan di Bontang Barat, harapan itu bisa berhasil,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan pembuatan aplikasi tersebut juga bertujuan untuk pengentasan kemiskinan di Kota Bontang, dimana arah dan program -progam akan lebih terarah dan tertata.
“Setelah percobaan dan dikategorikan kayak, akan langsung diluncurkan,” tandasnya.

