KUKAR: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara, secara bertahap mulai mempersiapkan pemilihan umum (pemilu), dengan melakukan tes tertulis panitia pemungutan suara (PPS) serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kecamatan Marangkayu.
Staff Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Kartanegara, Santi Purwanti di Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Rabu (11/1/2023), menjelaskan, tes tertulis PPS dimulai , Rabu (11/1/2023) untuk Kecamatan Marangkayu dengan peserta berjumlah 87 orang dari 11 desa.
Santi mengatakan, tes yang berisi 75 soal tersebut meliputi banyak hal, seperti yang sudah pasti terkait pemilu, kemudian terkait kelembagaan KPU.
“Pemilu kemarin partai apa yang mendapat perolehan suara terbanyak, termasuk terkait tugas-tugas presiden juga ada masuk,” terangnya.
Sebagai informasi, tes yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Marangkayu itu berlangsung selama 90 menit dan dibagi menjadi tiga kelas dengan waktu pelaksanaan bersamaan.
“Tadinya mau dimulai serentak jam 2 sesuai peraturan, cuma karena kita menggunakan sarana gedung SMP jadi otomatis kita harus nunggu dulu sampai pembelajaran selesai. Jadi diundur, mulainya pukul 14.25,” paparnya.
Lanjut Santi, dari 87 peserta nantinya akan diambil 6 besar dari setiap desa untuk tes wawancara. Sehingga total akan ada 66 peserta tes wawancara dari 11 desa di Kecamatan Marangkayu.
“Saya berharap peserta tes benar-benar serius mengerjakannya, tidak buru-buru karena waktu 90 menit itu kan panjang. Kadang namanya soal pilihan terjebak di kata-kata soalnya. Jadi pesan saya semuanya benar-benar dipahami dulu pertanyaannya baru dijawab,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPK Kecamatan Marangkayu, Suhardi mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan tes tersebut dari dua hari lalu.
“Sudah dua hari lalu saya koordinasi ke pihak sekolah terkait dengan masalah tempat tes PPS. Alhamdulillah sudah dikasih dan sekarang sudah terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Selain itu, ia mengaku pihaknya yang beranggotakan 5 orang itu juga telah berkoordinasi dengan Camat Marangkayu, Rekson Simanjuntak untuk antisipasi apabila sekolah tidak bisa digunakan.
“Kita juga sudah melakukan koordinasi ke camat kalau sekolah tidak bisa digunakan kita akan menggunakan Gedung BPU Kecamatan Marangkayu,” sebutnya.

