Bontang – Komisi III DPRD Bontang meminta kejelasan terkait izin kapal cepat Bontang-Mamuju di Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.
Adapun sebelumnya, Pemkot Bontang bersama DPRD telah melayangkan surat permohonan izin operasional kapal cepat ke Direktorat Lalu Lintas Angkatan Laut Kemenhub pada 2021 lalu.
Kapal cepat yang diusulkan merupakan kapal perintis yang dikelola pemerintah, yakni KM Sabuk Nusantara yang diketahui kapal ini telah melayani rute penyeberangan dari Kotabaru (Kalsel) – Balikpapan (Kaltim) – menuju Mamuju (Sulbar).
Dari sekian lama menunggu, akhirnya pada pertengahan 10 Maret 2022, Dishub Bontang menerima surat balasannya. Kendati demikian isi surat balasan terkait permintaan menambah trayek dari Bontang- Mamuju tidak sesuai apa yang diharapkan. Di mana tanggapan yang diberikan belum memberikan izin operasi kapal.
Kepala Dishub Bontang Akhmad Suharto menjelaskan, belum terakomodirnya permintaan ini dikarenakan penambahan waktu hari layar yang dikhawatirkan berpengaruh pada minat masyarakat dalam penggunaan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 111.
Selain itu, penambahan pelabuhan singgah Bontang-Mamuju dengan rute pulang-pergi akan menimbulkan biaya operasional kapal yang belum terakomodir di tahun 2022.
“Poin terakhir adalah kondisi panjang badan Pelabuhan Mamuju tidak sesuai kriteria, sehingga usulan tersebut belum terima,” kata Ahmad Suharto, Senin (4/4/2022) kemarin.
Kendati demikian, pihaknya akan kembali mengusulkan pengadaan kapal cepat di tahun 2023.
“Jika ada perubahan rute di tahun depan, sebelum masuk di anggaran kita akan usulkan lagi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina meminta Dishub Bontang untuk segera mencari solusi alternatif akan permasalahan tersebut.
“Kalau boleh cari kapal lain,” ujarnya.
Hal tersebut dikarenakan masyarakat sudah tiga tahun berharap adanya kapal cepat penghubung Bontang-Mamuju.
“Sudah tiga tahun kita berjuang. Jika tunggu tahun depan kita usulkan lagi ini bisa berpeluang tak terealisasi. Bagaimana nanti kami bisa menjawab pertanyaan masyarakat, jika hanya janjinya yang diberikan. Kita minta carikan solusi segera,” tutupnya.

