SAMARINDA: Aktivitas angkutan bus antarwilayah di Samarinda mulai menunjukkan peningkatan menjelang periode mudik Lebaran.
Di Terminal Sungai Kunjang, rata-rata sekitar 20 bus tercatat keluar masuk terminal setiap harinya dengan tujuan utama masih didominasi rute dalam wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Operator Terminal Sungai Kunjang dari Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hairul Adha, mengatakan lonjakan penumpang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Sekarang sudah mulai ramai. Kemarin itu yang paling ramai karena ada mudik gratis, sampai tiga bus yang dipakai,” ujarnya saat ditemui di kantor operator terminal, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari sekitar 20 bus yang beroperasi setiap hari, rute terbanyak mengarah ke Balikpapan. Tarif perjalanan ke kota tersebut berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp55 ribu, tergantung fasilitas pendingin udara (AC) yang digunakan.
Selain Balikpapan, sejumlah rute lain yang juga dilayani meliputi wilayah Kutai Kartanegara seperti Kota Bangun, Tenggarong Seberang atau Sebulu, hingga daerah pedalaman seperti Muara Muntai dan Kenohan.
“Kalau keluar Kalimantan Timur tidak ada, tapi diarahkan langsung ke Terminal Samarinda Seberang untuk tujuan Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin,” jelasnya.
Dari sisi kapasitas, bus dengan rute utama seperti Balikpapan mampu menampung hingga 50 penumpang.
Sementara untuk rute menuju daerah hulu, kapasitas bus lebih kecil, berkisar 20 penumpang bahkan ada yang hanya menyediakan delapan kursi.
Guna memastikan keselamatan penumpang, Hairul menyebut pemeriksaan kelayakan kendaraan dilakukan secara berkala.
Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen kendaraan seperti pajak dan izin operasional, serta kondisi teknis seperti rem, lampu, mesin, hingga ban.
“Kalau surat tidak lengkap, tidak boleh jalan. Kendaraan juga dicek semua, mulai dari rem, lampu sampai mesin,” tegasnya.
Selain kendaraan, kelengkapan administrasi pengemudi seperti kepemilikan surat izin mengemudi (SIM) juga menjadi perhatian, meskipun pemeriksaan kesehatan sopir tidak dilakukan secara khusus di terminal.
Dengan meningkatnya pergerakan penumpang, pengelola terminal memastikan seluruh armada yang beroperasi telah memenuhi standar kelayakan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar selama periode mudik Lebaran.

