SAMARINDA: Lonjakan arus balik Idulfitri dalam dua hari terakhir menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang di sejumlah titik di Samarinda, terutama di kawasan Jembatan Mahkota II atau Jembatan Ahmad Amin.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan peningkatan volume kendaraan terjadi karena banyak masyarakat mulai kembali keluar dari Kota Samarinda setelah libur Lebaran.
“Dalam dua hari terakhir memang terjadi lonjakan arus balik di beberapa titik di wilayah Samarinda, terutama kendaraan yang keluar kota,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa, 24 Maret 2026.
La Ode menegaskan kondisi yang terjadi lebih berupa antrean kendaraan akibat peningkatan volume, bukan kemacetan total.
“Bukan macet total, tapi antrean. Lonjakan arus balik ini yang menyebabkan antrean panjang,” jelasnya.
Ia menyebut titik terpadat berada di kawasan Jembatan Mahkota II yang menjadi salah satu jalur utama penghubung keluar Kota Samarinda.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polresta Samarinda telah menyiagakan personel di lapangan serta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional.
“Personel sudah kita tempatkan di sana, dan jika terjadi lonjakan arus, kita akan lakukan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus,” katanya.
Salah satu metode yang diterapkan adalah sistem buka-tutup jalur dengan memprioritaskan kendaraan pada arah yang lebih padat.
“Misalnya arus keluar kota lebih padat, maka itu yang kita prioritaskan, sementara arus lain kita tahan sementara,” ungkapnya.
Dalam pengamanan arus balik ini, kepolisian melibatkan sekitar 50 personel gabungan dari Satlantas dan jajaran Polsek di wilayah Samarinda untuk memantau serta mengatur lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
Selain itu, pos pengamanan juga disiapkan di sekitar Jembatan Mahkota II untuk mempercepat respons jika terjadi peningkatan arus kendaraan.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama saat dilakukan pengaturan arus kendaraan.

