Balikpapan – Sinergikan Kaltim sebagai penghasil daging sapi potong segar terbaik nasional, Koperasi Babulu Brahman Jaya (BBJ) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU di Hotel Gran Senyiur, Kamis (31/3/2022) kemarin.
Ketua Koperasi BBJ Penajam Paser Utara (PPU) Parno menuturkan, program ini sebetulnya berjalan sejak bulan Desember tahun 2021 lalu. Pada kesempatan itu, BBJ masih mencari metode dalam arti bermitra dengan Koperasi Ternak Penggemukan Sapi Berkah Salama Jaya (BSJ) Kaltim.
“Jadi kita meminta arahan agar program ini sesuai teknis juknis kemudian bisa memberikan nilai kesejahteraan kepada petani BBJ di PPU,” tutur Parno.
Menyinggung target standar kemampuan mengelola 50 ribu ekor sapi untuk kemajuan komoditi daging sapi, Parno mengatakan tentu pihaknya akan mengarah ke sana namun ditegaskannya kalau proses itu masih sangat panjang dan saat ini masih mencoba di 1.000 ekor sapi dulu.
“Target sampai ke angka 50 ribu itu kan panjang prosesnya karena kita modalnya baru 1.000. Untuk ke 50 ribu ekor sapi masih terlalu signifikan tapi yang pasti arahnya ke sana ada,” katanya.
Selanjutnya, pihaknya mengaku sejauh ini belum ada kendala yang begitu berat dalam mengembangkan 1.000 ekor sapi dan sapi yang saat ini berada di kandang masih sehat semua.
“Harapannya dengan bermitra ini pengadaan bibit bisa lancar dan penjualan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Sekretraris Koperasi BBJ PPU M Irfan meyakini jika BBJ yang membawahi 5 kelompok tani ini pasti memiliki keuntungan. Karena ada beberapa poin hasil analisa secara umum BSJ yang baru berdiri kurang lebih 2 tahun itu telah memiliki mitra di 9 kabupaten/kota di Kaltim dengan hasil yang terbilang besar dan memiliki manajemen baik.
“Jadi yang pertama keuntungan kita bekerja sama dengan BSJ Kaltim ini sudah mempunyai celah pasar terutama di sapi potong,” sebutnya.
Karena yang lebih utama dari bisnis sapi potong adalah masalah pasar. Kedua, masalah pengadaan bakalan ulang dan kembali sapi-sapi.
“Kalau kita tidak ada celahnya tidak bermitra maka akan kelabakan. Contoh 500 ekor kan permasalahnnya sangat banyak juga urusan pengadaan, perizinan pelabuhan dan sebagainya. Jadi menurut saya kerja sama ini sangat menguntungkan dan sudah menganalisa secara planing bisnisnya,” ulasnya.
Menurutnya, selama ini peternak sapi lebih banyak menggunakan metodenya klasik dalam pemeliharaannya. Diberikan makan rumput dan tidak memiliki target harian.
“Kalau kita bermitra dengan BSJ yang jelas akan diberikan arahan bagaimana perlakuan sapi potong kan beda sapi pengembangan dan sapi potong. Sapi yang dipelihara teknik klasik dan bisnis,” pungkasnya

