SAMARINDA: Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Namun waktu yang semakin dekat itu, hingga kini kepastian anggaran untuk kontingen Kota Samarinda masih belum ada.
“Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu sejumlah persiapan awal atlet dan ofisial,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie usai menghadiri Rakerkot Koni Samarinda, Sabtu, 18 Juli 2026.
Ia mengatakan, kebutuhan anggaran kontingen secara normatif, baru akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.
Sementara, sejumlah kebutuhan mendesak seperti pemesanan penginapan, mobilisasi atlet, dan berbagai persiapan teknis. Harus dipenuhi jauh sebelum anggaran tersebut direalisasikan.
“Kalau berbicara normatif, anggarannya memang akan dialokasikan di anggaran perubahan. Tapi persoalannya, ada kebutuhan yang harus dipenuhi lebih awal. Ini yang harus dicarikan langkah penyelesaiannya,” ujarnya.
Menurut Novan, seluruh cabang olahraga telah mengajukan kebutuhan anggaran kepada KONI Samarinda.
Selanjutnya, usulan tersebut telah diverifikasi sebanyak tiga kali oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda agar anggaran yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan.
“Verifikasi sudah dilakukan sampai tiga kali. Jadi angka yang muncul sudah sesuai peruntukan dan efisien. Persoalannya sekarang anggaran itu memang belum ada,” katanya.
Ia menyebut, kebutuhan anggaran kontingen Samarinda untuk Porprov mencapai sekitar Rp10 miliar. Namun, besaran yang nantinya dapat dialokasikan masih akan disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Samarinda yang saat ini masih dalam tekanan fiskal.
“Jangan sampai pendapatan dan belanja tidak seimbang, apalagi kita juga berkomitmen menyelesaikan utang daerah pada 2026 agar tidak kembali menjadi beban di 2027,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, Novan mengungkapkan, hingga kini masih ada satu hal penting yang belum dipastikan, yakni penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov Kaltim di Kabupaten Paser.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan digelar rapat untuk memutuskan apakah seluruh 64 cabang olahraga akan dipertandingkan atau ada yang tidak masuk dalam agenda pertandingan.
“Dari 64 cabang olahraga, apakah semuanya akan dipertandingkan atau tidak. Ini sedang ditunggu oleh KONI Samarinda supaya proses persiapan masing-masing cabor bisa lebih terarah,” ungkapnya.
Menurut Novan, kepastian jumlah cabang olahraga menjadi dasar penting bagi KONI dan setiap pengurus cabang dalam menyusun program latihan, kebutuhan atlet, hingga kesiapan mengikuti Porprov yang akan berlangsung pada November 2026.
Ia berharap, persoalan anggaran maupun kepastian cabang olahraga dapat segera diselesaikan sehingga persiapan kontingen Samarinda tidak terganggu dan para atlet dapat tampil maksimal membawa nama daerah di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

