SAMARINDA: Perjalanan hidup tak selalu berjalan sesuai rencana. Hal itu dirasakan langsung oleh Eni Sutarman, pemilik Klinik Sutarman sekaligus Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Samarinda, yang harus mengubah peran hidupnya secara drastis setelah menjadi tulang punggung keluarga.
Dulu, Eni mengaku menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga penuh waktu, dengan hampir seluruh aktivitas didedikasikan untuk keluarga.
“Sebelumnya saya pure ibu rumah tangga, hampir 24 jam mengurus anak-anak dan suami,” ujarnya saat diwawancarai, Sabtu, 28 Februari 2026.
Namun kondisi berubah ketika ia memasuki fase kehidupan baru dan harus bertanggung jawab penuh terhadap keluarga.
Situasi tersebut mendorongnya bangkit dan memulai usaha sendiri.
Menurutnya, kunci utama untuk bertahan adalah membangun kepercayaan diri dan keyakinan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi.
“Yang penting percaya diri. Saya selalu percaya bahwa saya bisa. Dalam membuka klinik itu, saya tidak punya skenario gagal,” katanya.
Saat itu, ketiga anaknya masih menempuh pendidikan, satu kuliah kedokteran gigi, satu mahasiswa kedokteran umum, dan satu masih duduk di bangku SMA.
Dalam kondisi tersebut, Eni memutuskan membuka Klinik Sutarman di Samarinda.
Ia menjelaskan, Klinik Sutarman menjadi induk dari sejumlah layanan kesehatan dan kecantikan yang kini terus berkembang.
“Jadi sebenarnya induknya itu Klinik Sutarman. Di dalamnya ada Sutarman Dental Care dan ES Glow Aesthetic Beauty Center,” jelasnya.
Layanan kesehatan gigi melalui Sutarman Dental Care telah lebih dulu hadir di Samarinda sejak 2004 dan dirintis oleh almarhum suaminya.
Setelah kepergian sang suami, Eni melanjutkan sekaligus mengembangkan layanan tersebut.
Klinik Sutarman kemudian diresmikan kembali pada Maret 2022 oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur saat itu, Hadi Mulyadi.
“Kalau dental care sebenarnya sudah ada sejak 2004. Setelah almarhum tidak ada, kami lanjutkan dan diresmikan kembali tahun 2022,” katanya.
Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, Eni juga menghadirkan layanan kecantikan melalui ES Glow Aesthetic Beauty Center yang kini telah berjalan sekitar dua tahun.
Layanan tersebut berlokasi di lantai dua Klinik Sutarman di Jalan Pangeran Diponegoro.
Meski belum banyak dikenal luas, ia optimistis layanan itu akan terus berkembang, terlebih dengan rencana peluncuran produk perawatan kulit yang dikembangkan khusus untuk perempuan Samarinda.
Tak berhenti di situ, Eni juga tengah mempersiapkan peluncuran produk perawatan kulit yang diklaim aman bagi masyarakat, khususnya perempuan di Samarinda.
Ia menilai kesadaran terhadap penggunaan produk kecantikan yang aman menjadi hal penting di tengah maraknya produk berbahaya di pasaran.
“Kita harus mulai meninggalkan skincare yang berbahaya. Produk ini nantinya tumbuh dari perempuan Samarinda untuk perempuan Samarinda,” ujarnya.
Selain menjalankan usaha, Eni aktif di berbagai organisasi perempuan dan dunia usaha.
Saat ini ia dipercaya memimpin IWAPI Samarinda serta terlibat dalam sejumlah organisasi lainnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan dan membangun jaringan.
“Dengan bergaul dan bertemu banyak orang, kita bisa belajar dari sisi positif setiap orang. Semua orang pasti punya sesuatu yang bisa kita pelajari,” katanya.
Ia berharap semakin banyak perempuan berani mengambil langkah dan mengembangkan potensi diri, khususnya di dunia usaha.
Baginya, perubahan hidup justru bisa menjadi awal lahirnya kekuatan baru jika dijalani dengan keyakinan dan kemauan untuk terus belajar.

