SAMARINDA: Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) mulai menunjukkan eksistensinya sebagai olahraga terstruktur di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk melalui persiapan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi (Kejurprov) sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju ajang nasional.
Ketua Pengurus Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Awaluddin, menyebut domino kini telah memiliki wadah resmi melalui federasi di tingkat pusat sehingga pembinaan atlet bisa dilakukan secara lebih terarah.
“Di Kalimantan Timur sudah ada wadah untuk para atlet domino. Jadi tidak lagi dimainkan secara informal, tetapi sudah terorganisir dengan baik,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Kejurprov dijadwalkan berlangsung pada 10-12 April 2026, setelah sebelumnya seluruh kabupaten dan kota menggelar kejuaraan di tingkat daerah sebagai ajang seleksi.
“Sepuluh kabupaten kota di Kaltim sudah terbentuk kepengurusannya dan saat ini sedang melakukan kejuaraan di daerah untuk mencari bibit atlet yang akan bertanding di Kejurprov,” katanya.
Dari ajang tersebut, atlet terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Kalimantan Timur pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan digelar di Bogor pada 24-25 April 2026.
“Pemenang Kejurprov akan kita bawa ke Kejurnas. Kami optimistis atlet Kaltim bisa meraih hasil maksimal,” terangnya.
Dalam kompetisi resmi, domino dipertandingkan dalam dua kategori, yakni kelas junior usia 14-18 tahun dan kelas senior usia 18-40 tahun.
Sementara itu, peserta yang dilibatkan saat ini masih terbatas pada kategori pria dengan sistem permainan berpasangan.
Awaluddin menambahkan, meskipun permainan domino telah dikenal luas di masyarakat, terdapat perbedaan dalam sistem pertandingan resmi, terutama terkait aturan dan perhitungan poin.
“Permainannya mirip, tetapi ada aturan khusus dalam pertandingan resmi, termasuk sistem penilaian,” jelasnya.
Untuk mendukung profesionalitas, pihaknya juga telah menggelar pelatihan perangkat pertandingan, termasuk wasit, yang difasilitasi oleh Disporapar Samarinda.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pengprov optimistis domino akan berkembang sebagai cabang olahraga baru yang kompetitif dan mampu melahirkan atlet berprestasi dari Kalimantan Timur.

