SAMARINDA: Peluang Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi tuan rumah ajang sepak bola internasional AFF U-17 Championship kembali terbuka setelah adanya komitmen dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Hal tersebut disampaikan Excelutive Committee (Exco) PSSI, Arya Sinulingga usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud guna membahas kesiapan daerah dalam penyelenggaraan turnamen yang rencananya diikuti sekitar 12 negara tersebut.
Arya mengatakan, pertemuan berlangsung positif dan pemerintah daerah menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan turnamen, termasuk menyiapkan sejumlah alternatif stadion serta fasilitas pendukung lainnya.
“Iya, tadi bertemu dengan Pak Gubernur. Beliau menyatakan Kalimantan Timur siap menjadi tuan rumah dengan beberapa alternatif stadion. Kami juga sedang mencari solusi-solusi teknis yang memungkinkan,” ujar Arya kepada wartawan, Senin 2 Februari 2026.
Menurutnya, Gubernur Kaltim menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung penyelenggaraan Piala AFF U-17.
Bahkan komunikasi juga telah dilakukan dengan Wali Kota Balikpapan terkait kesiapan fasilitas latihan.
Arya menyebut, Pemerintah Kota Balikpapan juga menyatakan dukungan penuh dengan menyiapkan tiga lokasi lapangan latihan bagi peserta turnamen.
“Tadi juga sudah komunikasi dengan Pak Wali Kota Balikpapan. Beliau komitmen mendukung, termasuk menyiapkan tiga lapangan latihan di Balikpapan,” katanya.
Selain itu, persoalan teknis yang sebelumnya menjadi perhatian, terutama terkait standar pencahayaan stadion, juga mendapat respons dari pemerintah daerah.
Ia mengakui lampu Stadion Segiri Samarinda memang belum memenuhi standar internasional.
Namun pemerintah daerah disebut siap memenuhi kebutuhan tersebut apabila Kaltim ditunjuk sebagai tuan rumah.
“Ada lampu yang memang belum standar internasional di Segiri, tapi tadi disampaikan bisa dipenuhi. Jadi hasil pembicaraan hari ini sangat positif,” jelasnya.
Kunjungan Arya ke Kaltim juga sekaligus menjawab kabar yang sebelumnya menyebut penyelenggaraan AFF U-17 batal digelar di Kaltim dan dipindahkan ke Jawa Timur.
Ia menegaskan informasi tersebut muncul sebelum dirinya melakukan pertemuan langsung dengan Gubernur Kaltim untuk memastikan kesiapan daerah.
“Makanya saya datang ke sini untuk memastikan. Berita itu muncul sebelum saya bertemu Gubernur. Setelah pertemuan hari ini hasilnya positif,” tegasnya.
Arya menambahkan, hasil kunjungan dan evaluasi lapangan tersebut akan segera dilaporkan kepada Ketua Umum PSSI sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi tuan rumah.
“Hasilnya nanti akan saya sampaikan kepada Pak Ketum PSSI. Nanti beliau yang memutuskan,” ujarnya.
Sebelumnya ada tiga opsi lapangan yang rencananya digunakan Piala AFF U-17 yaitu Segiri Samarinda, Palaran Samarinda dan Batakan Balikpapan.
Dalam peninjauan Stadion Segiri, Arya menilai secara umum kondisi lapangan dan fasilitas utama sudah memadai.
Kendala utama hanya pada aspek pencahayaan stadion yang perlu ditingkatkan agar sesuai standar internasional.
“Lapangannya oke, semua oke. Memang tinggal lampunya saja yang belum standar internasional,” katanya.
Apabila Kaltim resmi ditetapkan sebagai tuan rumah, PSSI juga membuka peluang pelaksanaan training camp (TC) tim peserta di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mengingat jaraknya yang relatif dekat dengan lokasi pertandingan.
“Kalau nanti Kaltim jadi tuan rumah, kemungkinan TC juga bisa di sini, termasuk di sekitar IKN,” pungkasnya.
Keputusan final terkait penunjukan tuan rumah AFF U-17 sendiri kini tinggal menunggu hasil pembahasan dan persetujuan dari Ketua Umum PSSI.

