SAMARINDA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan program Gratispol Internet Desa berjalan progresif dan mendekati target akhir.
Hingga November 2025, tercatat 672 desa sudah terpasang layanan internet gratis, atau setara 80 persen dari target total.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan pemasangan terus dikebut meski sejumlah desa berada di wilayah sulit dengan keterbatasan listrik dan akses.
“Kita target di anggaran murni tinggal sekitar 38-40 desa. yang on progres 168 desa. Untuk anggaran perubahan mencakup 125 desa. Yang sedikit terlambat biasanya desa-desa yang jauh dan harus menggunakan jaringan satelit,” jelas Faisal, Selasa 18 November 2025.
Menurutnya, hambatan paling umum adalah desa yang belum memiliki pasokan listrik. Untuk itu, Diskominfo berkolaborasi dengan Dinas ESDM untuk mencari solusi agar pemasangan tetap dapat dilakukan.
“Kalau listriknya tidak ada, itu yang repot. Tapi kalau tidak ada alternatif lain, kami tetap berusaha menyelesaikan,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa biaya langganan internet desa akan sepenuhnya ditanggung Pemprov hingga akhir masa jabatan Gubernur Kaltim tahun 2029.
“Tidak perlu khawatir. Biaya langganannya pemerintah tanggung sampai 2029,” kata Faisal.
Berdasarkan data Diskominfo Kaltim, pemasangan internet desa dilakukan melalui tujuh penyedia layanan internet (ISP), dengan rincian: Telkom (WMS): 147 Desa, Telkomsat (Starlink): 78 Desa, Telkomsel (IndiHome): 152 Desa, Telkomsel (Orbit): 131 Desa, Icon+ (1-Win): 48 Desa, Comtelindo (WMS): 84 Desa, Bestcamp (Starlink): 32 Desa.
Berdasarkan Distribusi per Kabupaten/Kota: Berau (96 dari 100 desa), Kutai Barat (102 dari 190 desa), Kutai Kartanegara (187 dari 193 desa), Kutai Timur (135 dari 139 desa), Mahakam Ulu (20 dari 50 desa), Paser (103 dari 139 desa), Penajam Paser Utara (29 dari 30 desa).
Faisal memastikan Diskominfo Kaltim akan melakukan evaluasi menyeluruh pada awal tahun 2026 untuk menilai efektivitas layanan dan memperbaiki titik-titik yang bermasalah.
“Awal tahun depan kita evaluasi semua. Mana yang bagus kita pertahankan, mana yang bermasalah kita perbaiki,” ujarnya.
Dengan capaian 80 persen dan percepatan pemasangan di desa tersisa, Pemprov Kaltim optimistis target pemerataan akses internet hingga ke pelosok dapat tercapai untuk mendukung transformasi digital dan layanan publik yang lebih merata.

