SAMARINDA: Sebanyak 747 orang kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dan 105 orang Kontingen Pekan Paralimpyc Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 menerima penghargaan berupa bonus dari Pemerintah Provinsi Kaltim (Pemprov Kaltim).
Total anggaran bonus yang dikucurkan mencapai Rp81,5 miliar melalui APBD Perubahan 2025.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa peringkat 8 Kaltim di PON XXI dan peringkat 13 di Peparnas XVII sudah membanggakan, termasuk dua atlet yang berhasil memecahkan rekor nasional di cabang angkat besi dan angkat berat.
“Saya bangga sekali, tetapi belum puas. Pada PON berikutnya di NTT dan NTB, saya bermimpi Kaltim bisa memecahkan sejarah, menjadi juara umum nasional. Kita tunggu bagaimana atlet kita ‘menyala’ di PON 2028 nanti,” katanya saat menyerahkan penghargaan di Aula Kantor Dispora Kaltim, Kamis, 27 November 2025.
Dalam arahannya, Gubernur Rudy menekankan pentingnya disiplin, karakter, dan perencanaan yang matang untuk meningkatkan prestasi olahraga Kaltim.
“Seorang pemenang harus punya mimpi besar. Gantungkan cita-cita setinggi langit. Kalau jatuh, jatuhnya di antara bintang-bintang,” ucap Rudy.
Ia mengingatkan bahwa kegagalan dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.
Menurutnya, atlet dan pelatih harus memiliki spirit juang yang tinggi, keras kepala dalam disiplin, dan terus mengasah kemampuan.
“Tidak ada orang sukses yang santai. Hari ini boleh juara, tetapi mempertahankan rekor itu jauh lebih sulit kalau tidak disiapkan sejak sekarang,” tegasnya.
Gubernur Rudy juga meminta para pelatih dan oficial untuk menjadi pemimpin yang mampu menumbuhkan mimpi dan arah yang jelas bagi atlet binaannya.
Ia memastikan Pemprov siap mendukung penuh kebutuhan atlet.
“Kalau bisa juara nasional, kami akan suport bukan 100 persen, tapi 1000 persen,” katanya.
Untuk PON XXI, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp67,659 miliar yang disalurkan sebagai bonus prestasi kepada 454 atlet, 210 pelatih dan 31 Oficial teknik dan 52 manajer.
Bonus tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Untuk perorangan, peraih medali emas menerima Rp300 juta, perak Rp175 juta, dan perunggu Rp90 juta.
Pada kategori beregu beranggotakan 2-4 orang, bonus yang diberikan Rp200 juta untuk emas, Rp100 juta untuk perak, dan Rp60 juta untuk perunggu.
Sementara itu, untuk beregu dengan lebih dari 4 orang, peraih emas memperoleh Rp100 juta, perak Rp75 juta, dan perunggu Rp50 juta.
Dua atlet pemecah rekor nasional PON adalah Firda Khairunnisa (angkat besi) dan Widari (angkat berat) masing-masing mendapatkan 51,2 juta ditambah bonus ratusan dollar dari Gubernur Rudy.
Sementara tiga cabor Kaltim yang menjadi juara umum di PON Aceh-Sumut adalah gulat, hokey dan layar.
Untuk Kontingen Peparnas XVII Solo 2024 Pemprov menyalurkan Rp13,9 miliar bagi 44 atlet, 38 pelatih, 17 ofisial teknik dan 6 manajer.
Anggaran ini dibebankan melalui APBD Perubahan 2025 Dispora Kaltim, khususnya bidang pembudayaan olahraga.
Selain itu, ia membuka peluang adanya kenaikan bonus di masa mendatang.
“Ke depan, kalau anggaran mencukupi, bonus bisa minimum Rp500 juta untuk juara nasional. Bahkan bisa sampai Rp1 miliar,” katanya disambut tepuk tangan atlet.
Rudy menekankan bahwa Kaltim memiliki banyak talenta olahraga yang perlu dijaga dan disiapkan sejak sekarang.
Ia meminta Dispora Kaltim memperkuat pembinaan, terutama cabang olahraga penyumbang banyak medali.
“Kaltim butuh orang-orang pantang menyerah yang punya mimpi besar. Pintu prestasi selalu terbuka bagi mereka yang bekerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas,” kata Rudy.
Gubernur Rudy juga mengumumkan rencana pembangunan kolam renang bertaraf internasional di Hotel Atlet Komplek Kadrie Oening sebagai salah satu langkah memperkuat cabang olahraga renang.
Tak lupa ia memberi pesan motivatif kepada seluruh atlet baik yang meraih medali maupun yang belum mencapainya.
“Yang belum meraih medali jangan berkecil hati. Kalah bukan berarti gagal. Jadikan pengalaman ini cambuk untuk bangkit,” katanya.
Pemprov Kaltim, tegasnya, akan terus memberikan dukungan dan perhatian untuk memajukan dunia olahraga daerah.
Turut hadir, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Pkt Kadispora Kaltim Muhammad Faisal, Anggota DPRD Kaltim Abdul Rahman Agus, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras dan tamu undangan lainnya.

