
Bontang – Jembatan nyaris ambruk di Gang Damai, RT 07 Kelurahan Kanaan Bontang Barat masih digunakan warga sekitar sebagai jalan pintas menuju sekolah, masjid, gereja maupun aktivitas lainnya.

Mirisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa tahun dan tak ada tanda-tanda perbaikan.
Ketua RT 07 Kelurahan Kanaan, Marten Tandu mengatakan bahwa jembatan kayu yang dibangun sejak 30 tahun lalu mulai mengalami kerusakan sekitar 10 tahun terakhir.
Bahkan untuk memperbaiki jembatan dengan ukuran 20 x 3 meter tersebut, pihaknya sudah berkali-kali mengusulkan dalam musrenbang namun belum ada progres hingga sekarang. Sementara kondisi jembatan semakin membahayakan.
“Kami sudah berkali-kali mengusulkan dalam musrenbang, tapi hasilnya hanya datang survei setelah itu hilang. Tidak ada kelanjutannya,” ujar Marten Tandu kepada awak media, Senin (13/6/2022).
Hal itu juga dibenarkan Camat Bontang Barat Anwar Sadat. Bahkan usulan tersebut menjadi usulan prioritas pada Musrenbang tingkat kecamatan, sehingga hanya menunggu tingkat kota.
“Betul, jembatan ini sering diusulkan dalam musrenbang. Bahkan sudah dijadikan usulan prioritas di musrenbang kecamatan, jadi tinggal tunggu tingkat kota dan bakal kita kawal,” kata Anwar.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Tosina saat melakukan kunjungan ke lokasi jembatan tersebut menyayangkan perbaikan jembatan yang tidak pernah terakomodasi oleh pemerintah, sementara masyarakat setempat sudah mengajukan usulan tersebut dalam musrenbang.
“Itu yang menjadi pertanyaan kita, kok tidak pernah terakomodir sementara sudah diusulkan berkali-kali dalam musrenbang. Kita minta dinas terkait untuk segera perhatikan ini,” pinta Amir Tosina.
Dirinya berharap usulan perbaikan jembatan tersebut diterima tahun depan, karena itu merupakan akses terdekat bagi masyarakat untuk beraktivitas.
“Kita harap bisa diakomodir tahun depan, tidak bisa ditunda sebab kondisi jembatan sudah tidak layak untuk dilintasi. Jika terus berlanjut bisa berbahaya,” tandasnya.

