BONTANG: Pasca dialihkan Jembatan Rusunawa dari jembatan kayu menjadi jembatan beton, sebagian wilayah Bontang Selatan khususnya Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah tidak lagi terdampak banjir.
Sebelum pembangunan jembatan baru, kedua wilayah ini merupakan wilayah langganan banjir, baik air kiriman maupun banjir rob.
Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, terjadi banjir di wilayah ini sebabkan akibat penumpukan sampah di kaki tiang jembatan kayu yang digunakan sebelum, sehingga memperlambat arus air.
“Alhamdulillah, konstruksinya sudah selesai dan sudah bisa digunakan,” ujarnya kepada narasi.co usai mengikuti kegiatan Gebyar Keselamatan Lalulintas Polres Bontang, Sabtu (18/2/2023).
Dirinya menerangkan, jembatan kayu dengan kaki seribu penyangga dibelantaran sungai berkontribusi besar meluapnya air sungai. Oleh karena itu diharapkan agar masyarakat tidak melakukan tancap tiang kayu di aliran sungai.
“Kalau mau buat jembatan, boleh pake tiang kayu tapi cukup 2 atau 4 tiang,”jelasnya.
Sementara itu, salah satu warga RT 35 Kelurahan Tanjung Laut, Ishak pun mengakui semenjak jembatan Rusunawa diubah menjadi jembatan konstruksi beton daerah tempat tinggalnya tidak pernah kebanjiran, sekalipun hujan seharian dan banjir rob.
“Sudah tiga atau empat bulan tidak pernah banjir lagi. Kalau sebelumnya memang daerah sini langganan banjir,” tandasnya.
Perlu diketahui, jembatan konstruksi beton memiliki panjang 12 meter dengan lebar 7,5 meter dengan kapasitas muatan maksimal 8 ton ini menghabiskan anggaran dengan nilai kontrak sekira Rp4,1 miliar.

