KUKAR: Jembatan Sungai Jongkang, Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya resmi difungsikan setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang.
Infrastruktur tersebut kini menjadi penghubung strategis antara Loa Kulu, Tenggarong, dan Samarinda, serta diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar.

Peresmian jembatan tersebut berlangsung pada Senin, 3 November 2025, ditandai dengan seremoni adat dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Prosesi adat yang dipimpin langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, diawali dengan ritual Tempong Tawar dan pemecahan kendi berisi air bunga.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur dan doa keselamatan atas diresmikannya jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Jembatan Sungai Jongkang dibangun dengan spesifikasi Tipe A, memiliki bentang 20 meter dan lebar tujuh meter.
Di kedua sisinya tersedia jalur pejalan kaki selebar satu meter untuk menjamin keselamatan pengguna.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp15 miliar itu menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Kukar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Pemkab menargetkan peningkatan infrastruktur hingga mencapai 65,73 persen pada tahun 2025.
Bupati Aulia mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang kini sudah bisa dimanfaatkan warga.
“Kami harap aktivitas warga juga berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, jembatan ini menjadi solusi atas kemacetan yang sebelumnya sering terjadi di jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan secara bergantian dengan sistem buka-tutup.
Menurut Aulia, keberadaan jembatan permanen di Jongkang tak hanya memudahkan arus lalu lintas, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pada sektor infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian.
“Kami akan terus berupaya menyediakan layanan dasar, salah satunya infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat,” tutur Aulia.
Pemerintah daerah kini juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan pihak perusahaan, untuk menuntaskan jalur yang melintasi wilayah konsesi PT BBE.
Karena, jalur ini dinilai penting karena dapat memangkas waktu tempuh menuju Samarinda sekaligus mempercepat akses ke gerbang Tol Samarinda-Balikpapan.
“Pesan saya, manfaatkan dan jaga jembatan ini dengan baik. Lampu penerangan jalan juga sudah tersedia, mari kita rawat bersama,” tutur Bupati Aulia.
Lebih jauh, Aulia mengungkapkan bahwa wilayah Jongkang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan investasi dan kota baru.
Letaknya yang strategis di antara dua pusat pertumbuhan, Tenggarong dan Samarinda, menjadikan Jongkang sebagai salah satu titik penting dalam rencana tata ruang dan pembangunan jangka panjang Kutai Kartanegara.
Kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila ditunjang oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai.

