SAMARINDA: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat proses kaderisasi organisasi melalui berbagai program pendidikan kepemimpinan.
Sekretaris PWNU Kaltim, Abu Bakar Madani, menyebut kaderisasi menjadi salah satu agenda utama organisasi dalam mencetak penggerak NU di berbagai tingkatan.
Ia menjelaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan sejumlah program kaderisasi yang dijalankan secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
“Di dalam program kerja PBNU, salah satu kaderisasinya adalah pelaksanaan PDPKPN, yaitu Pendidikan Dasar Pendidikan Penggerak NU. Kemudian di tingkat menengah ada PKM, Pendidikan Kepemimpinan Menengah,” kata Abu Bakar Madani saat diwawancarai, Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurutnya, proses kaderisasi tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tahun di berbagai tingkatan kepengurusan NU.
Untuk tingkat dasar, pelaksanaan kegiatan lebih banyak dilakukan oleh pengurus cabang di daerah.
Sementara itu, program Pendidikan Kepemimpinan Menengah (PKM) menjadi tanggung jawab pengurus wilayah.
PWNU Kalimantan Timur sendiri telah melaksanakan program tersebut untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
“Tahun lalu kita sudah melaksanakan PKM angkatan pertama. Insyaallah tahun ini akan dilaksanakan angkatan kedua,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut direncanakan berlangsung setelah bulan suci Ramadan atau menjelang Iduladha tahun ini.
Selain kaderisasi yang bersifat wajib, PWNU Kaltim juga terus mendorong berbagai kegiatan pengkajian yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bidang advokasi sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Kita juga melaksanakan pengkajian-pengkajian yang berkaitan dengan advokasi kepada masyarakat. Termasuk juga bagaimana pemberdayaan ekonomi, karena sekarang itu menjadi salah satu tren yang perlu diperkuat,” jelasnya.
Di sisi lain, Abu Bakar Madani juga menilai keberadaan gedung atau kantor organisasi memiliki peran penting bagi keberlangsungan aktivitas sebuah organisasi keagamaan.
Menurutnya, kantor bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat koordinasi dan mobilisasi berbagai program organisasi.
“Sebuah organisasi, khususnya organisasi keagamaan, tentu membutuhkan pusat sentral informasi. Kantor itu merupakan salah satu instrumen untuk mengkoordinasikan dan memobilisasi semua aktivitas organisasi,” katanya.
Ia berharap dengan adanya gedung baru PWNU berlantai tiga di Jalan Imam Bonjol, Samarinda, berbagai kegiatan dan program kerja NU di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih optimal.
Apalagi, dalam struktur organisasi PBNU terdapat berbagai lembaga dan badan otonom yang memiliki program kerja masing-masing.
“Di PBNU itu ada 16 lembaga yang memiliki program sendiri-sendiri. Selain itu ada juga 12 badan otonom yang turut melaksanakan berbagai kegiatan secara operasional,” ungkapnya.
Dengan fasilitas kantor yang lebih memadai, ia berharap komunikasi antar pengurus dapat semakin baik sehingga pelaksanaan program kerja organisasi dapat berjalan secara maksimal.

