JAKARTA : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali menerima sertifikat Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP) dari PT Sucofindo (Persero). Sertifikasi GDP diterima Garuda Indonesia karena dedikasnya memberikan jaminan layanan pengiriman kargo farmasi.
Sertifikat tersebut diserahkan oleh Direktur Layanan Industri Sucofindo Budi Utomo kepada Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea di Kantor Pusat Garuda Indonesia beberapa waktu lalu.
Tumpal M. Hutapea menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan perpanjangan dari sertifikasi GDP yang pertama diterima Garuda Indonesia pada tahun 2020. Sebagai bagian dari upaya strategis untuk percepatan distribusi vaksin di tengah situasi pandemi Covid-19.
Perolehan kembali sertifikasi ini mencerminkan komitmen Garuda Indonesia dalam menjaga kualitas tinggi layanan kargo farmasi yang sesuai dengan regulasi internasional.
Garuda Indonesia sekaligus menjadi pionir yang berhasil memperoleh standarisasi kualitas angkutan kargo farmasi.
“Diraihnya kembali sertifikasi GDP di tahun ini, menandai komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mengoptimalkan upaya pengembangan lini bisnis angkutan kargo yang aman dan terpercaya dalam menjaga kualitas mutu produk farmasi,” ungkapnya.
Sertifikasi GDP diperoleh setelah melalui lembaga audit independen Sucofindo melakukan pemeriksaan terhadap kapabilitas Garuda Indonesia dalam mengangkut produk farmasi.
Mulai dari handling of acceptance, storage and delivery hingga pelatihan GDP untuk karyawan yang bekerja di bidang warehouse dan cargo handling.
Pelatihan itu mengacu kepada 180 kriteria standardisasi World Health Organization (WHO) terkait Handling of Acceptance, Storage and Delivery of Pharmaceutical Products.
Optimisme pangsa pasar angkutan produk farmasi juga terlihat pada performa kinerja di tahun 2024. Saat itu, Garuda Indonesia mencatatkan peningkatan pengangkutan produk farmasi yang cukup signifikan, dari 994 ribu kilogram naik 31 persen menjadi 1,3 juta kilogram.
Peningkatan signifikan itu jika dibandingkan dengan angka pengangkutan tahun 2022 yang hanya mencapai 594 ribu kilogram.
Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan signifikan. Angka pertumbuhan tersebut diproyeksikan akan terus menguat pada tahun ini. Apalagi, Garuda Indonesia kembali mengantongi sertifikat GDP
“Sehingga diharapkan, ke depannya layanan pengangkutan kargo farmasi ini akan terus menjadi pangsa pasar potensial tersendiri yang akan dimaksimalkan oleh Garuda Indonesia,” tutup Tumpal.

