SAMARINDA: Berkenaan dengan rekrutmen 200 ribu CPNS Ibu Kota Nusantara (IKN) tahun 2024, menyambut baik kebijakan afirmasi bagi putra-putri Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ditempatkan di IKN sebagaimana arahan Presiden Jokowi baru-baru ini.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Politik, Kebijakan Publik dan Ketenagakerjaan IKA Unmul Viko Januardhy melalui siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu(16/3/2024).
“Sebenarnya afirmasi bagi masyarakat lokal (Kaltim) telah tertuang dalam UU IKN lampiran 2, dan diperlukan teknis kebijakan yang dapat mengakomodasi masyarakat Kaltim,” imbuhnya.
“Sehingga syarat-syarat mendaftar untuk bekerja di IKN tidak harus seragam dengan ketentuan yang berlaku untuk masyarakat nasional ketika mendaftar sebagai CPNS termasuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) atau PPNPN (Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri) di IKN,” tambahnya.
Alumni Pemuda Lemhannas RI itu juga memaparkan, seperti hal nya syarat TOEFL untuk Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) dan PPPK di IKN dimana mensyaratkan toefl 500.
Syarat TOEFL ini perlu diafirmasi atau disesuaikan, misalnya syarat TOEFL bagi sarjana di Kaltim minimal 425-450.
Syarat standar TOFEL dapat melihat urgensi suatu instansi di kementerian-kementerian IKN atau instansi di Pemerintahan Daerah Khusus IKN.
Tujuannya diharapkan dapat menopang pencapaian teknis bekerja sehari-hari, apakah penggunaan bahasa Inggris sangat diperlukan atau relatif diperlukan.
“Kementerian Sosial misalnya mungkin berbeda dengan Kementerian Luar Negeri. Di Pemerintahan Daerah Khusus IKN, instansi yang berkenaan dengan Investasi Perizinan Asing berbeda dengan instansi yang mengurus Linmas atau Satpol PP,” jelasnya.
Lebih lanjut, Viko Januardhy menyebut kebijakan afirmasi bagi putra-putri Kaltim dapat mendorong antusias masyarakat Kaltim terhadap proses yang sedang berlangsung sekarang.
“Persiapan, pembangunan, dan sebentar lagi tahap pemindahan serta penyelenggaraan pemerintahan di IKN. Afirmasi CPNS IKN bagi putera-puteri Kaltim dapat mendorong peningkatan lapangan pekerjaan-mengurangi angka pengangguran serta mendorong upaya peningkatan kualitas dan output perguruan tinggi di Kaltim,” harapnya.
Perlu diketahui, serapan sarjana PTN/PTS di Kaltim dalam rekrutmen CPNS di IKN menjadi bagian sumbangsih partisipasi masyarakat Kaltim khususnya generasi muda yang akan mengalami langsung era IKN di masa mendatang.
Semisal Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai barometer perguruan tinggi di Kaltim, setiap tahun rata-rata ‘memproduksi’ 5000 sarjana dari berbagai fakultas atau disiplin ilmu.
Sudah umum diketahui memperoleh pekerjaan bagi sarjana di era sekarang cukup sulit dan kian kompetitif.
“Dengan terbuka nya peluang bekerja di IKN dalam berbagai formasi bidang melalui kebijakan afirmasi CPNS IKN untuk putera-puteri Kaltim, sarjana-sarjana di Kaltim harus mempersiapkan diri dengan peluang ini jangan menyia-nyiakan peluang afirmasi ini,” tegasnya.
Ia mengajak kepada PTN-PTS di Kaltim, dengan seiring peluang tersebut dan tantangan terkini, perguruan tinggi nasional dan luar negeri yang sedang dan telah berdiri di IKN, PTN-PTS di Kaltim harus meningkatkan standar kelulusan mahasiswa-mahasiswinya baik tugas akhir skripsi ataupun TOEFL serta kompetensi akademik lainnya.
“Kesempatan atas kuota afirmasi bagi putra-putri Kaltim menjadi CPNS di IKN disambut dengan baik, dan kita sama-sama optimis sarjana-sarjana di Kaltim dapat berkontribusi optimal dlm kesuksesan penyelenggaraan pemerintahan di IKN,” pungkasnya.(*)

