SAMARINDA: Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) harus menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor ini memiliki kekuatan besar dalam memberdayakan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan mengangkat potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.
“Bentuk dukungan kami meliputi pelatihan keterampilan, pendampingan teknis, fasilitasi promosi produk, hingga business matching dengan pembeli nasional maupun internasional,” kata Heni, Selasa 18 November 2025.
Program pengembangan ekonomi kreatif difokuskan pada peningkatan kualitas produk dan kemampuan manajerial pelaku UKM.
Pemerintah memfasilitasi pelatihan intensif, pendampingan teknis, hingga pendampingan pemasaran agar pelaku usaha mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis.
Selain itu, bantuan peralatan produksi juga disalurkan setelah melalui proses seleksi ketat, bekerja sama dengan Dewan Kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Kaltim yang diketuai Syarifah Suraidah Rudy. Heni menegaskan bahwa seleksi dilakukan supaya bantuan tepat sasaran dan benar-benar mendukung kemajuan usaha.
Sebagai upaya memperluas promosi, Pemprov Kaltim telah menyiapkan Galeri UKM di Samarinda dan Balikpapan. Fasilitas ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada publik.
“Keberadaan galeri ini membuka ruang promosi yang lebih besar bagi UKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Tak hanya di pasar lokal, pelaku UKM juga difasilitasi untuk menembus pasar internasional melalui Export Center Balikpapan.
Pelaku usaha yang lolos kurasi akan mendapatkan bimbingan terkait standar ekspor, konsultasi produk, serta peluang mengikuti business matching dengan buyer luar negeri.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk asal Kaltim dan memperluas jaringan pasar UKM.
Menurut Heni, pengembangan ekonomi kreatif adalah bagian dari strategi ekonomi berkelanjutan Pemprov Kaltim. Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar pelaku UKM dapat terus berkembang.
“Pendampingan dan promosi ini penting agar potensi ekonomi kreatif Kaltim benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dan pelaku UKM,” tegasnya.
Ia berharap langkah-langkah ini dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Kaltim.

