SAMARINDA: Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menilai Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) tetap layak dilanjutkan setelah masa jabatan Wali Kota Andi Harun berakhir pada 2029 mendatang.
Helmi menyebut Probebaya telah memberikan dampak nyata hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).
Karena itu, menurutnya, siapa pun yang akan memimpin Samarinda ke depan perlu mempertimbangkan keberlanjutan program tersebut.
“Program Probebaya ini menurut pandangan saya adalah program yang bagus dan sudah memberi dampak sampai di tingkat RT. Kalau program itu bagus, tentu harus dilanjutkan oleh siapa pun yang memimpin nanti,” ujarnya usai Diskusi Publik “Probebaya Tanpa AH, Bisa”, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia mengingatkan bahwa Andi Harun telah menjabat dua periode dan secara aturan tidak dapat kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Samarinda.
Dengan demikian, kontestasi Pilkada 2029 akan diikuti figur-figur baru.
“Berbicara kepemimpinan pasca Andi Harun, tentu akan ada pemimpin baru yang ikut dalam kontestasi 2029. Tapi program yang sudah terbukti baik, ya harus tetap dilanjutkan,” katanya.
Helmi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda menambahkan, Andi Harun merupakan kader Gerindra.
Karena itu, menurutnya, wajar apabila kader partai tersebut memiliki komitmen untuk melanjutkan program-program unggulan tersebut.
“Pak Andi Harun adalah kader Gerindra. Tentunya harus ada kader Gerindra yang melanjutkan program ini, karena programnya memang bagus,” tegasnya.
Tak hanya melanjutkan, Helmi menilai Probebaya perlu “naik kelas” agar manfaatnya semakin luas dan terasa bagi masyarakat.
Ia membuka peluang peningkatan anggaran di atas Rp100 juta per RT dengan tetap mempertimbangkan kemampuan APBD Kota Samarinda.
“Program ini sudah bagus, tapi harus naik kelas. Mungkin ke depan dananya bisa ditambah sesuai kemampuan APBD. Jadi dampaknya juga lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penambahan anggaran, ia juga mengusulkan pola kolaborasi antar-RT dalam pelaksanaan program.
Beberapa RT, menurutnya, dapat digabungkan untuk mengerjakan proyek yang lebih besar dan berdampak luas.
“Nanti bisa kolaborasi beberapa RT. Yang bagus-bagus tentu bisa diberi reward. Jadi bukan hanya satu RT saja, tapi bisa sinergi,” jelasnya.
Helmi menekankan, setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan kota secara keseluruhan.
“Kita mengeluarkan anggaran tentu harus ada dampaknya bagi Kota Samarinda. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

