SAMARINDA: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim), Jaya Mualimin, menegaskan bahwa program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya memastikan kecukupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi dengan mengurangi beban biaya pangan yang harus ditanggung keluarga.
“MBG ini tidak hanya bertujuan memenuhi gizi anak-anak, tetapi juga membantu keluarga dengan mengurangi pengeluaran mereka untuk membeli makanan, sehingga dana yang ada bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih produktif,” jelas Jaya, Sabtu, 15 November 2025.
Menurutnya, program ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang mengalami gizi buruk, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak Kaltim secara menyeluruh.
“Konsep MBG adalah memberikan makan kepada seluruh sasaran, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak, agar gizinya tercukupi,” ungkap Jaya Mualimin.
Stunting, lanjut Jaya, adalah masalah kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan makanan. Makanan bergizi adalah salah satu faktor penting dalam penurunan stunting, namun faktor lainnya, seperti pola hidup sehat, edukasi keluarga, serta akses ke layanan kesehatan juga sangat berpengaruh.
“Jika kita hanya fokus pada pengobatan stunting, itu tidak cukup. Stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, dan kami ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang cukup sejak dini,” tambahnya.
Program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mengurangi beban ekonomi keluarga.
Dengan menyediakan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, keluarga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka.
Jaya menilai hal ini juga berkontribusi pada penurunan angka stunting secara tidak langsung.
Pemprov Kaltim berharap program MBG ini dapat diimplementasikan secara luas dan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

