SAMARINDA: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat kesiapan daerah menuju era Pemerintahan Digital.
Langkah itu diwujudkan melalui pelatihan teknis sistem informasi arsitektur (SIA) sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) Versi 2 yang digelar di Samarinda sejak Rabu hingga Jumat, 11-14 November 2025, bekerja sama dengan Tim Konsultan Inixindo Jogja.
Pelatihan ini diikuti 15 peserta dari Diskominfo Kaltim dan Biro Organisasi Setda Provinsi Kaltim.
Plt Kepala Bidang Aptika Diskominfo Kaltim, Ferry, menjelaskan bahwa Kaltim telah memasuki tahapan praktik dalam pengisian aplikasi SIA SPBE V2, seiring dengan berakhirnya masa transisi kebijakan SPBE tahun ini.
“Kaltim sudah masuk tahap praktik pengisian SIA SPBE V2. Tahun ini adalah tahun terakhir masa transisi SPBE, karena mulai tahun depan semuanya berubah menjadi Pemerintahan Digital,” kata Ferry, Kamis, 13 November 2025.
Ia menegaskan bahwa perubahan dari SPBE ke Pemerintahan Digital bukan sekadar pemutakhiran teknologi, melainkan perubahan orientasi dan paradigma dalam penyelenggaraan layanan publik.
Ferry menjelaskan, jika SPBE lebih menitikberatkan pada proses implementasi dan penyediaan layanan elektronik, maka Pemdi menekankan output, outcome, dan feedback dari layanan digital tersebut.
“Di Pemerintahan Digital, kita dianggap sudah melaksanakan digitalisasi. Fokusnya adalah hasil dari layanan digital itu sendiri. Kalau SPBE melihat prosesnya, Pemdi menilai kepuasan dan dampak layanan yang diberikan ke masyarakat,” jelasnya.
Dengan kata lain, Pemerintahan Digital menempatkan kebutuhan pengguna sebagai pusat perhatian (citizen-centric), mengarah pada layanan yang lebih cepat, adaptif, terintegrasi, dan mudah diakses.
Dalam pelatihan hari kedua, peserta langsung melakukan hands-on practice dalam mengisi dan memodelkan arsitektur melalui aplikasi SIA SPBE V2.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Kementerian PANRB dan bersifat berbasis web, sehingga dapat diakses melalui browser tanpa memerlukan instalasi khusus.
Beberapa fitur baru yang dipelajari antaranya: Visualisasi arsitektur SPBE, Pemodelan layanan digital, Mekanisme kolaborasi instansi, Pengelolaan portofolio layanan dan aplikasi.
“Hari ini kita langsung praktik entri di aplikasi. Ini menjadi bekal penting untuk menyusun arsitektur layanan digital daerah yang lebih terintegrasi,” tambah Ferry.
Bimtek ini merupakan bagian dari persiapan Kaltim menyambut transformasi besar di tahun 2026, ketika SPBE secara nasional mulai berubah menjadi Pemerintahan Digital.
Perubahan ini sejalan dengan Perpres 95 Tahun 2018 dan arah kebijakan Kementerian PANRB untuk menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif, efisien, dan ramah pengguna.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ASN Kaltim mampu menyusun arsitektur layanan digital yang kuat, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi.

