SAMARINDA: Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur (Kaltim), Gamalis, menegaskan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 PPP Kaltim menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan arah perjuangan partai ke depan di tengah dinamika kebangsaan dan demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Gamalis dalam Muswil X PPP Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu, 4 Februari 2026, dan diikuti seluruh unsur pengurus partai dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Menurut Gamalis, Muswil bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan forum politik penting untuk melakukan muhasabah atas perjalanan partai sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan politik nasional maupun daerah.
“Musyawarah wilayah ini adalah forum untuk menilai perjalanan perjuangan partai dan merumuskan arah langkah PPP ke depan, khususnya dalam merespons dinamika kebangsaan dan demokrasi di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejak awal berdiri PPP konsisten memposisikan diri sebagai partai Islam yang memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Menurutnya, Islam dan kebangsaan bukan dua kutub yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Gamalis juga menyoroti tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan sosial, kemiskinan, hingga pengangguran, serta perubahan sosial yang cepat akibat derasnya arus informasi.
Kondisi ini, kata dia, menuntut partai politik untuk lebih adaptif dan responsif.
“PPP harus berada di tengah umat, mendengar aspirasi petani, nelayan, buruh, dan kelompok rentan. Inilah wujud politik rahmatan lil alamin yang menjadi ruh perjuangan PPP,” katanya.
Menjelang dan pasca pemilu, Gamalis menekankan pentingnya menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan pemilu sebagai sarana pengabdian dan menolak praktik politik fitnah serta adu domba.
“Setiap suara yang diraih dan setiap amanah yang diemban harus diniatkan sebagai pengabdian kepada Allah dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan Muswil sebagai ajang konsolidasi internal.
Perbedaan pandangan dinilai wajar selama tidak merusak ukhuwah dan solidaritas kader.
“Muswil ini harus melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dengan program kerja yang realistis, terukur, dan berpihak pada kepentingan umat serta rakyat,” ujarnya.
Melalui Muswil ke-10 ini, PPP Kaltim menargetkan penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput sebagai fondasi kebangkitan partai ke depan.

