SAMARINDA: Kegiatan Cerdas Cermat Islami PANDAI 2026 yang digelar DPW PAN Kalimantan Timur (Kaltim) di Rumah PAN Kaltim, Samarinda, menjadi salah satu strategi partai tersebut untuk memperkenalkan dunia politik kepada kalangan pelajar.
Sekretaris DPW PAN Kaltim, Jasno, mengatakan para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan bagian dari generasi pemilih pemula yang nantinya akan terlibat dalam proses demokrasi.
“Anak-anak ini adalah pemilih pemula. Dengan mengenal PAN melalui kegiatan seperti ini, kita berharap mereka bisa memahami politik dan menyalurkan aspirasi mereka,” ujarnya saat diwawancarai di sela kegiatan, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat PAN agar seluruh DPW di Indonesia melaksanakan kegiatan keumatan yang melibatkan generasi muda.
“Ini instruksi dari DPP PAN agar seluruh DPW melaksanakan kegiatan umat Islam. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas generasi muda kita dalam memahami keislaman,” kata Jasno.
Menurutnya, kegiatan PANDAI 2026 menyasar pelajar tingkat SMA sederajat, termasuk dari madrasah aliyah dan pondok pesantren di Kalimantan Timur.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan keislaman para pelajar, tetapi juga menjadi sarana edukasi politik bagi generasi muda.
“Selain meningkatkan wawasan keislaman, kegiatan ini juga menjadi ruang agar anak-anak muda bisa beredukasi dan berinteraksi dengan partai politik,” katanya.
Dalam lomba cerdas cermat tersebut, para peserta diuji dengan berbagai materi terkait pengetahuan Islam, mulai dari sambungan ayat Al-Qur’an hingga pemahaman tentang syariat Islam.
“Kita ingin generasi muda, terutama generasi Islam, bisa memahami keislaman dengan baik. Makanya soal-soalnya juga berkaitan dengan ayat Al-Qur’an dan syariat Islam,” jelasnya.
Jasno menambahkan kegiatan PANDAI 2026 menjadi langkah awal bagi PAN Kaltim untuk membangun pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.
Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai sekolah serta pesantren di Kalimantan Timur.
“Karena ini baru awal, kita laksanakan di daerah dulu. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih besar lagi dengan peserta yang lebih banyak,” ujarnya.
Ke depan, PAN Kaltim juga menargetkan peserta terbaik dari kegiatan tersebut dapat mewakili daerah untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
“Nanti finalis dari daerah akan kita kirim ke Jakarta untuk mengikuti final tingkat nasional,” katanya.
Ia menegaskan kegiatan PANDAI akan diupayakan menjadi agenda rutin PAN sebagai bagian dari pembinaan generasi muda sekaligus sarana edukasi politik yang positif bagi pelajar di Kalimantan Timur.

