BONTANG: Dunia pendidikan di Kota Bontang menghadapi potensi kekurangan tenaga pengajar menyusul banyaknya guru yang akan memasuki masa pensiun.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah antisipatif.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah membuka rekrutmen tenaga pendidik baru.
Pemerintah Kota Bontang memperkirakan kebutuhan awal mencapai sekitar 127 orang guru dan tenaga kependidikan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan proses perekrutan akan segera dilakukan guna mengisi kekosongan akibat pensiunnya tenaga pengajar.
“Rekrutmen akan segera kami lakukan. Nantinya ada tambahan dana Bosda untuk menggaji guru-guru tersebut,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Neni, gaji bagi tenaga pengajar yang direkrut akan bersumber dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Besarannya direncanakan setara dengan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang, yakni sekitar Rp3,7 juta per bulan.
Meski demikian, pemerintah masih menghitung secara rinci kebutuhan anggaran yang diperlukan.
Pasalnya, penambahan tenaga pengajar akan berdampak langsung pada peningkatan alokasi Bosda.
“Sekarang Bosda sekitar Rp900 ribu per siswa. Ke depan akan kami naikkan menjadi Rp1 juta karena ada tambahan kebutuhan untuk membiayai tenaga pengajar,” jelasnya.
Kebijakan ini juga berimplikasi pada penyesuaian sejumlah pos anggaran daerah.
Pemerintah mengakui beberapa program lain kemungkinan harus dikurangi demi memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas.
“Pasti harus ada yang dipangkas. Apalagi sekarang sudah banyak anggaran yang harus disesuaikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, memastikan proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka.
Ia menyebut pemerintah daerah juga akan memprioritaskan warga lokal yang memenuhi persyaratan untuk mengisi kebutuhan tenaga pengajar tersebut.
Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan berbagai aspek teknis, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga kriteria yang harus dipenuhi calon pelamar.
Selain itu, ketersediaan anggaran juga masih dalam tahap finalisasi.
“Nanti akan ada rekrutmen. Tunggu saja, karena prosesnya akan dibuka secara umum,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan pendidikan di Bontang, sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski terjadi pergantian tenaga pengajar secara besar-besaran.

