Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Bankeu 2027 Terancam Dihapus, Akhmed Reza Sebut Provinsi Wajib Bantu Daerah
Politik

Bankeu 2027 Terancam Dihapus, Akhmed Reza Sebut Provinsi Wajib Bantu Daerah
Telah dibaca : 768 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah8 April 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi diwawancarai media Selasa 7/4/2026 (Narasi.co/Ira)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Wacana penghapusan bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kepada kabupaten/kota pada 2027 menuai sorotan dari DPRD.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan bahwa meskipun bankeu tidak bersifat wajib secara hukum, namun memiliki kewajiban secara moral, politik, dan strategis untuk tetap diberikan.

“Bantuan keuangan memang tidak wajib secara hukum, tapi wajib secara moral dan politik. Provinsi sebagai ‘orang tua’ harus tetap membantu kabupaten/kota,” tegasnya, Selasa, 7 April 2026.

Reza menjelaskan, pemerintah provinsi memiliki peran penting dalam menopang pembangunan di daerah, terutama saat pemerintah kabupaten/kota menghadapi keterbatasan anggaran.

Menurutnya, masyarakat secara langsung berada di wilayah kabupaten/kota, sehingga dukungan provinsi tetap diperlukan agar pembangunan berjalan merata.

“Provinsi itu tidak punya warga secara langsung. Warga itu ada di kabupaten/kota. Maka provinsi wajib hadir membantu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD melalui pokok-pokok pikiran (pokir) harus tetap diakomodasi, termasuk melalui skema bantuan keuangan.

Wacana penghapusan bankeu mencuat seiring proyeksi pendapatan daerah Kaltim pada 2027 yang diperkirakan hanya sekitar Rp12 triliun.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah provinsi mempertimbangkan langkah efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan meniadakan bantuan keuangan kepada daerah.

Meski memahami tekanan fiskal, Reza menilai kebijakan tersebut bukan solusi yang tepat.

Alih-alih menghapus bankeu, Reza mendorong agar skema penyaluran disesuaikan supaya lebih efektif, terarah, dan berbasis kinerja.

“Nah, ini yang harus kita cari solusinya. Skemanya bisa disesuaikan agar program tetap berjalan, terarah, dan berbasis kinerja,” katanya.

Ia berharap kebijakan anggaran ke depan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Yang penting anggaran itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Akhmed Reza Fachlevi Bankeu DPRD Kaltim Pokir
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleHarga Plastik Naik, Pemkot Samarinda Lakukan Investigasi Dampak ke UMKM
Telah dibaca : 739 Kali.
Next Article Audiensi Bersama DPRD Samarinda, HMI Samarinda Serahkan Policy Brief
Telah dibaca : 673 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Syahariah Mas’ud Soroti Kondisi Fasilitas Sekolah di Paser, dan Kesiapan PPDB
Telah dibaca : 665 Kali.

21 Mei 2026

Angka Stunting Kaltim Turun, Syahariah Minta Pengawasan Tetap Diperketat
Telah dibaca : 662 Kali.

19 Mei 2026

Terkendala APBD, di Tengah Tekanan Fiskal Program Gratispol Perlu Penyesuaian
Telah dibaca : 661 Kali.

19 Mei 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 630 Kali.

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Sosialisasi SPMB, Orang Tua Siswa Masih Dibayangi Kebingungan
Telah dibaca : 642 Kali.

Event Lari Bergengsi Sekaligus Berderma, Ramaikan Acara Literasi Keuangan
Telah dibaca : 653 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 630 Kali.
Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.
Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.
DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Sosialisasi SPMB, Orang Tua Siswa Masih Dibayangi Kebingungan
Telah dibaca : 642 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.335 Kali.

8 Maret 20233,833 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 5.815 Kali.

2 Juli 20253,465 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.999 Kali.

8 Maret 20233,363 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.074 Kali.

20 Juni 20243,319 Views
Don't Miss
Pendidikan 25 Mei 2026

Krisis Tenaga Pendidik Mengancam, Disdikbud Samarinda Prediksi Kekurangan 706 Guru hingga Akhir 2026
Telah dibaca : 630 Kali.

SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memperkirakan kekurangan tenaga guru di Kota Tepian hingga…

Investasi Rp13 Triliun Masuk Mahulu, Gubernur Harum Sebut PLTA Batoq Kelo Jadi Pembangkit Harapan
Telah dibaca : 642 Kali.

Masuk SD Tak Wajib Calistung, Sri Puji Astuti Soroti Ketidaksinkronan Kurikulum Dasar
Telah dibaca : 637 Kali.

DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Sosialisasi SPMB, Orang Tua Siswa Masih Dibayangi Kebingungan
Telah dibaca : 642 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.