BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memasang target ambisius dalam upaya penanganan stunting dengan menurunkan prevalensi kasus hingga mencapai 12,5 persen.
Target tersebut dicanangkan sebagai bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta memperkuat fondasi sumber daya manusia di masa depan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat.
Menurutnya, stunting merupakan masalah serius karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, upaya penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Angka stunting kita sebelumnya sekitar 17,5 persen. Kita sepakat untuk menurunkannya menjadi 12,5 persen,” ujarnya saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Kamis, 5 Maret 2026.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bontang juga menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kota tersebut untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Salah satu perusahaan yang telah menyatakan dukungannya adalah Pupuk Kaltim yang menyiapkan dana sekitar Rp500 juta untuk membantu program intervensi stunting di Bontang.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada penanganan bayi baru lahir serta anak-anak yang termasuk dalam kelompok berisiko mengalami stunting. Pemerintah berharap intervensi tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting di daerah ini.
Program intervensi tersebut direncanakan mulai dijalankan setelah perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini.
“Insyaallah setelah Lebaran program intervensi itu mulai berjalan,” kata Agus Haris.
Selain intervensi langsung kepada ibu hamil dan anak-anak, Pemkot Bontang juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkot Bontang berharap angka stunting dapat terus ditekan sehingga kualitas generasi mendatang semakin baik.
“Kami berharap dengan kolaborasi ini angka stunting di Bontang bisa terus ditekan. Target kita jelas, turun menjadi 12,5 persen agar kualitas generasi masa depan Bontang semakin baik,” tutup Agus Haris.

