SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan sejumlah strategi untuk menambah daya tarik di berbagai kawasan publik.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan wahana baru hingga penguatan konsep ruang terbuka yang terintegrasi di berbagai titik kota.

Asisten II Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Marnabas Patiroy menyebut salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah pengembangan Teras Samarinda Tahap II yang dalam waktu dekat akan dibuka untuk masyarakat.
Namun sebelum diresmikan, proyek tersebut masih dalam tahap pengecekan oleh Andi Harun untuk memastikan seluruh pembangunan telah sesuai dengan perencanaan.
“Wali Kota kan orangnya teliti, tidak mau meresmikan kalau belum sesuai dengan perencanaan,” ujarnya ditemui di halaman Kantor Bapenda Samarinda.
Untuk menjaga minat masyarakat, Pemkot juga merancang penambahan wahana bianglala di kawasan tersebut.
Kehadiran wahana itu diharapkan mampu menjaga tingkat kunjungan agar kawasan tetap ramai dan tidak cepat ditinggalkan pengunjung.
Marnabas menjelaskan pola pengembangan kawasan dirancang secara berkelanjutan, mengikuti karakter masyarakat Samarinda yang cenderung cepat bosan terhadap satu konsep ruang publik.
Menurutnya, setelah peresmian Teras Samarinda sebelumnya, area amfiteater sempat menjadi ikon utama.
Sementara pada Teras Samarinda Tahap II, jalur akses menuju tepian Sungai Mahakam hingga area dermaga diperkirakan menjadi daya tarik baru.
Selanjutnya, pemerintah kota berencana menghadirkan wahana bianglala agar pergerakan pengunjung terus berputar di kawasan tersebut.
“Memang harus dibuat berkelanjutan, supaya orang tidak cepat bosan dan terus kembali,” katanya.
Tak hanya Teras Samarinda, pengembangan juga menyasar Pasar Pagi Samarinda yang kini mulai kembali menjadi tren.
Marnabas menilai area rooftop pasar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik seperti kafe dengan pemandangan langsung ke Sungai Mahakam.
Konsep tersebut disesuaikan dengan tren generasi muda, khususnya generasi Z, yang lebih menyukai aktivitas di ruang terbuka.
Di sisi lain, Pemkot juga menata pusat ekonomi berbasis kawasan tematik.
Pasar Merdeka Samarinda diarahkan sebagai sentra buah, sementara Citra Niaga Samarinda dan kawasan Jalan Gatot Subroto difokuskan sebagai pusat oleh-oleh seperti amplang.
Selain itu, Kampung Tenun Samarinda akan diperkuat sebagai pusat sarung khas daerah.
Sementara itu, kawasan Jalan Lambung Mangkurat juga akan dikembangkan kembali sebagai destinasi wisata kuliner yang lebih tertata.
Melalui penataan tersebut, pemerintah kota berharap dapat memperkuat identitas Samarinda sebagai kota dengan kawasan tematik yang terintegrasi, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan perputaran ekonomi lokal.

