SAMARINDA: Sejumlah warga mulai melakukan perjalanan mudik dari Terminal Lempake Samarinda menuju Kutai Timur dan Bontang, menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Meski belum terjadi lonjakan signifikan, pergerakan penumpang mulai terlihat sejak H-2 Lebaran.
Salah satu pemudik, Yuyun (40), memilih berangkat lebih awal bersama ketiga anaknya menuju Sangatta (Kutai Timur).
Ia mengaku sengaja mengambil waktu keberangkatan lebih awal untuk menghindari kepadatan arus mudik.
“Kirain kalau H-2 itu sudah tidak padat, ternyata masih lumayan ramai juga,” ujarnya saat ditemui di terminal tersebut, Kamis, 19 Maret 2026.
Yuyun mengatakan perjalanan kali ini dilakukan untuk mengunjungi keluarga di Sangatta.
Ia berangkat bersama tiga anaknya, sementara suaminya menyusul kemudian karena masih bekerja.
“Kami empat orang yang berangkat. Suami belum cuti, jadi kami duluan,” katanya.
Menurut Yuyun, biasanya ia bersama keluarga melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.
Namun tahun ini ia memilih menggunakan transportasi umum karena kondisi yang tidak memungkinkan.
“Biasanya pakai mobil pribadi, tapi kali ini naik bus dulu. Nanti pulangnya dijemput,” jelasnya.
Ia juga menilai kondisi di terminal cukup ramai, meskipun belum terjadi lonjakan besar seperti yang diperkirakan.
“Lumayan ramai, tapi masih bisa tertampung,” ungkapnya.
Berdasarkan data angkutan Lebaran 2026 di Terminal Lempake, jumlah keberangkatan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) tercatat fluktuatif.
Pada H-7 (13 Maret 2026) tercatat 8 armada dengan 55 penumpang, kemudian meningkat menjadi 10 armada dengan 221 penumpang pada H-2 (18 Maret 2026).
Sementara itu, pada periode H-6 hingga H-3, jumlah penumpang juga terus bergerak, masing-masing tercatat 84 penumpang (H-6), 137 penumpang (H-5), 178 penumpang (H-4), dan 221 penumpang (H-3).
Terkait fasilitas dan kondisi bus, Yuyun menilai masih perlu adanya peningkatan, terutama pada kenyamanan armada.
Ia juga menyinggung perbedaan tarif antara bus AC dan non-AC yang menurutnya cukup terasa, meskipun tidak mengetahui secara pasti adanya kenaikan harga menjelang Lebaran.
“Kalau yang AC lebih mahal, sekitar Rp75 ribu, kalau yang biasa sekitar Rp55 ribu,” katanya.
Bagi Yuyun, perjalanan mudik menjadi momen penting untuk bersilaturahmi dengan keluarga, meskipun tidak selalu dilakukan setiap tahun.
“Tidak selalu rutin, tapi kalau ada kesempatan pasti pulang untuk ketemu keluarga,” tutupnya.
Sementara itu, aktivitas di Terminal Lempake diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati hari H Lebaran, seiring pergerakan masyarakat yang mulai meninggalkan kota untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman.

