SAMARINDA: Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur sekaligus Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengakui Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi PPP di Kaltim.
Sebaliknya, Kabupaten Berau dinilai tetap bertahan sebagai salah satu basis suara terkuat partai.
Menurut Gamalis, Mahulu membutuhkan perlakuan khusus karena karakter wilayah dan pemilihnya berbeda dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.
PPP terakhir kali memiliki wakil di DPRD Mahulu dua pemilu lalu, sebelum akhirnya kehilangan kursi legislatif pada pemilu-pemilu berikutnya.
“Mahulu itu paling jauh dan paling perlu perhatian. Kalau kita tidak berani berubah dan menyesuaikan diri dengan karakter wilayahnya, ya kita akan terus tertinggal,” ujarnya di sela Muswil X PPP Kaltim, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menilai kegagalan mempertahankan kursi di Mahulu menjadi pelajaran penting bagi partai.
Upaya mencalonkan figur di luar basis tradisional PPP sempat dilakukan, namun hasilnya tidak bertahan lama. Ketika kembali menggunakan pola lama, suara justru kembali hilang.
“Itu membuktikan bahwa kalau kita tidak cepat beradaptasi dengan lingkungan dan pemilih, kita akan hilang,” katanya.
Gamalis menekankan bahwa setiap kabupaten dan kota di Kaltim memiliki karakter politik yang berbeda dan tidak bisa diseragamkan.
Strategi di Mahulu, menurutnya, tidak bisa disamakan dengan daerah lain seperti Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, Bontang, hingga Balikpapan.
“Semua daerah itu spesifik. Pendekatannya harus berbeda-beda,” tegasnya.
Berbeda dengan Mahulu, Berau disebut masih menjadi lumbung suara PPP.
Konsistensi pendekatan ke basis tradisional, seperti masjid dan pesantren, dinilai menjadi kunci bertahannya PPP di wilayah tersebut.
“Di Berau, PPP tidak boleh meninggalkan masjid dan pesantren. Itu fondasi kami. Selama itu dijaga, PPP masih bertahan,” ujarnya.
Selain Berau, Gamalis menyebut Balikpapan dan Kutai Timur juga masih relatif kuat.
Namun ia mengakui tantangan besar datang dari persaingan dengan sesama partai berbasis pemilih Muslim.
“Kami sempat tergerus, terutama oleh PKS. Basisnya sama. Kalau tidak hati-hati, kita bisa habis,” kata Gamalis.
Ia menegaskan evaluasi internal terus dilakukan untuk memperkuat struktur dan strategi partai di daerah-daerah yang mulai melemah, terutama dengan menyesuaikan pendekatan terhadap pemilih muda tanpa meninggalkan basis ideologis PPP.

