
Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Samarinda) Puji Setyowati menyoroti beberapa permasalahan dalam dunia pendidikan di Samarinda. Sorotan ini agar dapat ditangani oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang baru dilantik saat ini.
Puji Setyowati mengatakan semoga MKKS dapat memberikan kiprah terbaik dalam menaungi para kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di Kota Samarinda.
“Ya, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah harus bisa melakukan pengembangan pendidikan yang berkarakter dan berbasis lingkungan kepada anak didik kita,” kata Puji Setyowati pada kegiatan pelantikan pengurus MKKS SMA Kota Samarinda masa bakti 2022-2025, Selasa, (1/11/2022), di Hotel Diamond Samarinda.
Menurutnya forum MKKS ini memberikan kesempatan agar tidak ada sekolah yang tertinggal dengan diakomodirnya semua kepala sekolah dalam memperjuangkan kemajuan di masing-masing sekolahnya.
“Semua kepala sekolah harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dalam program MKKS ini. Artinya asas keterwakilan setiap sekolah ini harus mampu diimplementasikan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing,” ujarnya.
Ia mengatakan masalah ketimpangan pendidikan yang masih ada antara daerah perkotaan dengan daerah di pinggiran kota atau kelurahan harus dapat diatasi melalui program MKKS ini.
“Seperti di daerah pinggiran Samarinda seperti di Kelurahan Bantuas Kecamatan Palaran, di daerah Batu Besaung Samarinda Selatan, dan Pulau Atas yang wilayahnya blank spot (internet) pendidikan,” ucapnya.
Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kaltim itu juga menerangkan blank spot pendidikan di beberapa daerah pinggiran Samarinda itu memperlihatkan beberapa fasilitas pendidikan yang masih kurang.
“Pasalnya anak didik kita dituntut untuk menggunakan teknologi digital, dan fasilitas pendukung tersebut di sekolah. Jadi juga harus ditingkatkan kualitas sarana dan prasarananya,” tegasnya.

