SAMARINDA: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda tengah menyiapkan solusi teknis untuk mengatasi persoalan tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda, melalui pemasangan sistem penutup berupa sliding kaca di sejumlah area gedung.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Pagi dari PUPR Samarinda, Hendra Irawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag), guna membahas penanganan keluhan pedagang, khususnya yang beraktivitas di lantai atas.
“Untuk tempias hujan itu sudah kami diskusikan dengan Dinas Perdagangan dan juga koordinasi dengan dinas terkait. Kemungkinan akan ditangani tahun ini dengan beberapa mock up yang sedang kami siapkan,” ujarnya saat diwawancarai media, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Hendra, konsep yang direncanakan adalah pemasangan sliding kaca yang fleksibel, sehingga bisa dibuka dan ditutup sesuai kondisi cuaca.
“Jadi nanti kemungkinan berupa sliding kaca. Kalau cuaca normal bisa dibuka, tapi kalau hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan tempias, bisa ditutup oleh pedagang,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini perencanaan masih berada pada tahap mock up sehingga kebutuhan anggaran secara keseluruhan belum dapat dipastikan.
“Untuk anggaran keseluruhannya belum kami simpulkan. Saat ini baru tahap mock up saja,” katanya.
Hendra berharap solusi tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini agar aktivitas perdagangan berjalan lebih nyaman dan aman.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan. Sementara ini pedagang memang masih harus bersabar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembahasan yang dilakukan PUPR bersifat teknis, mengingat pembangunan fisik gedung telah selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah kota.
“PU hanya membangun. Untuk pengelolaan dan keputusan lebih lanjut tentu nanti bersama Dinas Perdagangan,” tambahnya.
Saat ini, gedung Pasar Pagi Samarinda masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan sejak proses serah terima pada awal November tahun lalu.
Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda sendiri menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di kota tersebut.
Pembangunan gedung pasar modern setinggi tujuh lantai di Jalan Gajah Mada itu menelan anggaran lebih dari Rp468,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Samarinda.
Gedung baru tersebut dirancang mampu menampung lebih dari 2.508 kios dan lapak pedagang dengan konsep pasar modern yang lebih tertata dan representatif.

