
KUTIM: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur, Ronny Bonar Hamonangan Siburian menyebutkan bahwa penerapan Smart City di wilayahnya bukanlah program sektoral yang hanya menjadi tanggung jawab dinas tertentu.
“Smart City bukanlah agenda Diskominfo Staper saja. Ini adalah pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk bisa diwujudkan di Kutai Timur,” ujar Ronny Bonar, Kamis, 13 November 2025.
Ia menegaskan bahwa konsep kota cerdas merupakan agenda kolektif yang harus digerakkan seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat.
Ronny menilai, Smart City menjadi bagian penting dari strategi pembangunan Kutai Timur.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut serta arah pembangunan industri yang semakin berkembang, konsep kota cerdas diyakini mampu menghadirkan tata kelola yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ronny Bonar mengungkapkan bahwa Smart City bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang tak dapat dihindari.
Ia menilai bahwa visi besar untuk mewujudkan Kutim HEBAT 2045, sebagaimana diusung Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi, menuntut adanya inovasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
Dikatakannya bahwa transformasi digital saat ini sudah memasuki fase yang menuntut pemerintah bergerak lebih cepat. Menurutnya, teknologi informasi perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik agar semakin efisien.
Ia melihat Smart City sebagai langkah nyata untuk menjawab perubahan zaman, bukan hanya sebatas program administratif.
Lebih jauh, ia menjelaskan perlunya penguatan infrastruktur digital, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, serta kolaborasi lintas-sektor untuk mempercepat integrasi layanan berbasis teknologi.
Dalam harapannya, ia menginginkan seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha, dapat terlibat aktif dalam mendukung keberhasilan Smart City.
Sinergi tersebut diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan mampu membawa Kutai Timur menuju arah pembangunan yang lebih maju. (Adv)

