SAMARINDA: Suasana duka menyelimuti rumah almarhumah Meiliana binti Muhammad Adnan Sabirin di Perumahan Carpotek Blok GG, Selasa malam 7 April 2026.
Sejumlah pelayat, pejabat, dan warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai perempuan pertama sebagai Pj Sekprov Kalimantan Timur.

Adik kandung almarhumah, Muhammad Ramadhan yang juga pernah menjabat Sekretaris DPRD (Sekwan) Kaltim periode 2018–2023, mengungkapkan sebelum berpulang, kondisi almarhumah tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
“Tidak ada aktivitas khusus. Beliau seperti biasa saja, sekitar jam 5 sore sedang istirahat di kamar dan tidak ada riwayat penyakit apapun, ” ujarnya saat ditemui di rumah duka.
Menurutnya, rencana pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu 8 April usai salat Asar di Pemakaman Nurul Salam Memorial Park, Tanah Merah, Samarinda.
“Karena di sana juga ada keluarga, orang tua, suami beliau, jadi memang satu kawasan keluarga,” jelasnya.
Ramadhan juga mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang energik, pekerja keras, dan memiliki semangat besar dalam membangun Kalimantan Timur.
“Ibu ini orangnya energik, semangat dan spiritnya luar biasa untuk membangun Kaltim. Beliau juga sangat peduli membina generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, almarhumah aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPPHI), serta dikenal sebagai sosok yang sibuk namun tetap berdedikasi tinggi.
“Beliau ini termasuk orang yang sangat sibuk, tapi semangatnya besar, rasa membangun Kaltimnya juga besar,” tambahnya.
Tak lama setelah wawancara, mantan Pj Gubernur Kaltim periode 2023–2024 Akmal Malik turut menghubungi keluarga (Ramadhan) melalui sambungan telepon. Dalam momen tersebut, ia bahkan meminta dilakukan panggilan video untuk melihat wajah terakhir almarhumah.
Hingga pukul 22.30 Wita, rumah duka masih dipadati pelayat dari berbagai kalangan. Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin, Kasatpol PP Kaltim Munawwar, Kepala BPSDM Kaltim, Kepala BPBD Kaltim, serta Kepala BRIDA Kaltim, Kabiro Hukum Setda Provinsi Kaltim dan lainnya.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran birokrasi dan masyarakat Kalimantan Timur yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin perempuan yang inspiratif dan berdedikasi tinggi.

