SAMARINDA: Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu, 28 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 01.15 WITA menyebabkan banjir meluas di berbagai kawasan.
Sedikitnya 26 titik genangan air tercatat merendam permukiman dan ruas jalan utama, sehingga melumpuhkan akses lalu lintas di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Info Taruna Samarinda (ITS-TRC) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, genangan tersebar di wilayah Samarinda Utara, Samarinda Ulu, hingga Samarinda Seberang. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, dengan beberapa titik mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Pantauan di Jalan Kenangan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, menunjukkan air terus meningkat hingga memaksa pengendara memutar arah.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat memilih berhenti karena khawatir mogok jika nekat menerobos banjir.
“Aktivitas jelas terganggu. Saya mau antar anak sekolah tidak bisa lewat jalur utama karena air sudah setinggi lutut. Kendaraan bisa mati total kalau dipaksa,” ujar Ali Masud, warga Sungai Pinang Dalam.
Ia berharap persoalan banjir yang kerap berulang di kawasan tersebut segera ditangani secara menyeluruh, terutama penyelesaian proyek drainase dan gorong-gorong yang dinilai belum optimal.
Selain merendam jalan dan permukiman, cuaca ekstrem juga memicu bencana lain.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan hujan lebat turut menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa lokasi.
“Ada 26 titik genangan, mayoritas berada di Samarinda Utara dan Samarinda Ulu. Selain itu, kami mencatat lima titik pohon tumbang dan dua titik longsor, masing-masing di kawasan Wiraguna dan Perumahan Artas,” jelas Suwarso.
BPBD bersama relawan ITS-TRC langsung mengerahkan tim sejak dini hari untuk melakukan penanganan darurat, termasuk membuka akses jalan, mengevakuasi warga terdampak, serta melakukan asesmen di lokasi rawan bencana.
“Di Jalan Kenangan, tim Pusdalops sempat membantu evakuasi seorang warga yang sedang sakit ke tempat keluarga yang lebih aman,” tambahnya.
Adapun sejumlah ruas jalan yang dilaporkan tergenang antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Juanda, Jalan Dr. Soetomo, Jalan DI Panjaitan, Jalan Pramuka, Jalan Gerilya, hingga kawasan Lempake.
Sementara pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan A. Yani I (depan Litsen Bakery) dan beberapa titik lainnya.
BPBD juga mencatat gangguan layanan akibat cuaca ekstrem, seperti pemadaman listrik di kawasan Indomaret Perum Talang Sari dan Jalan Rapak Indah.
Hingga berita ini diturunkan, genangan masih terpantau mengguyur sejumlah wilayah Samarinda.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari jalan tergenang, berhati-hati terhadap lubang jalan yang tertutup air, serta menjauhi area lereng yang berpotensi longsor.

