JAKARTA: Praktisi sepak bola Taufik Jursal Effendi menilai kondisi sepak bola Indonesia saat ini berada pada fase krisis, terutama pada aspek pembinaan usia muda dan arah pengembangan jangka panjang.
Taufik yang selama ini aktif dalam pembinaan atlet usia dini menilai perhatian terhadap sepak bola nasional terlalu terfokus pada tim senior, sementara pembinaan pemain muda belum berjalan optimal dan terintegrasi.
“Saya melihat sepak bola Indonesia saat ini berada di titik krisis. Pembinaan di klub-klub tidak berjalan maksimal, dan arah pengembangan sepak bola kita juga tidak jelas mau ke mana,” ujarnya, saat ditemui di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Taufik, kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi fondasi utama pembinaan belum berjalan secara konsisten. Meski terdapat ajang seperti Elite Pro Akademi (EPA), ia menilai kompetisi tersebut belum mencerminkan sistem pembinaan yang terprogram dan berkelanjutan.
“EPA ada, tapi tidak mencerminkan satu program pembinaan yang utuh. Sepak bola itu harus terintegrasi, tidak bisa dilepas antara pemain, pelatih, wasit dan manajemen klub,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya kompetisi berjenjang untuk kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun. Menurutnya, ajang seperti Piala Soeratin belum cukup untuk membangun kualitas pemain muda karena jumlah pertandingan yang sangat terbatas.
“Piala Soeratin itu setahun paling main lima sampai tujuh kali. Bagaimana mau membangun sepak bola kalau kompetisinya tidak jalan?” katanya.
Selain persoalan pembinaan dan kompetisi, Taufik turut menyinggung persoalan struktural dalam tata kelola sepak bola nasional.
Ia menilai rangkap jabatan antara Ketua Persatua Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan berdampak pada fokus kepemimpinan.
“Sepak bola adalah olahraga yang paling digemari masyarakat. Harus dipimpin secara penuh. Kalau ketua federasi juga pejabat negara, ke mana nanti pertanggungjawabannya?” ujarnya.
Taufik menjelaskan bahwa keberhasilan sepak bola bertumpu pada tiga prinsip utama yang saling berkaitan, yakni pembinaan mental pemain, kualitas pelatih dan manajemen sepak bola yang profesional.
“Quality player lahir dari quality coaches. Apa yang terjadi di lapangan adalah cerminan dari pelatihnya. Dan yang tidak kalah penting adalah manajemen sepak bolanya,” jelasnya.
Namun ia menilai, saat ini ketiga aspek tersebut justru sama-sama lemah. Minimnya kompetisi membuat mental dan kemampuan pemain sulit berkembang, sementara kualitas pelatih dan manajemen klub juga belum menunjang pembinaan jangka panjang.
“Kalau kompetisi tidak ada, pelatih tidak berkembang, manajemen tidak jalan, bagaimana mau membangun mental, skill, dan daya tahan pemain?” pungkasnya.
Taufik berharap ke depan pembenahan sepak bola Indonesia dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari pembinaan usia dini, konsistensi kompetisi, hingga tata kelola federasi yang lebih fokus dan profesional.
Selain itu, visi pengembangan pemain muda turnamen ini tidak hanya sekadar mencari pemenang. Berdasarkan rekomendasi teknis, durasi ideal kompetisi untuk kelompok usia U-13 adalah sekitar 5 bulan dengan total 10 hingga 20 pertandingan per musim.
Hal ini bertujuan agar pemain memiliki waktu yang cukup untuk proses recovery, latihan, dan adaptasi mental tanpa terbebani tekanan berlebih.
Kabar gembira bagi peserta, pendaftaran untuk 20 pemain dan 3 official adalah gratis. Sementara bagi orang tua atau pengunjung yang ingin memberikan dukungan langsung, dikenakan kontribusi sebesar Rp20.000/orang, yang sudah termasuk satu minuman Milo atau Nestea.
Panitia memberikan imbauan tegas agar seluruh pengunjung dan orang tua tetap tertib serta menjaga nilai-nilai Fair Play, respect, dan football family. Penonton dilarang keras melakukan provokasi baik kepada wasit maupun pemain demi terciptanya atmosfer pembinaan yang sehat.
Jadwal Pertandingan Pekan Awal:
25 Jan 2026: SSB Peru vs Imadara FA (12.45) | Salfas vs Jalal Jalil FA (13.35)
1 Feb 2026: SSB Pendekar vs JFS Jawara (12.45) | SCS vs SSB Legok Putra (13.35)
8 Feb 2026: SSB Tiger City vs BMIFA (12.45) | SSB Peru vs Jalal Jalil FA (13.35)

