SAMARINDA: Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-15 tingkat Kecamatan Samarinda tetap digelar meski terkendala keterbatasan anggaran.
Ketua Pelaksana MTQ ke-15 Kecamatan Samarinda Kota, Rajab Effendi, mengungkapkan bahwa kegiatan sempat terancam batal karena dana penyelenggaraan masih dalam proses pencairan. Panitia pun terpaksa mencari sumber pendanaan alternatif agar kegiatan tetap berjalan.
“Di MTQ ke-15 ini dananya masih dalam proses. Makanya kami panitia cari dana ke sana kemari. Alhamdulillah ada donatur, termasuk dari panitia sendiri, sehingga pembukaan tetap bisa dilaksanakan hari ini,” ujarnya usai pembukaan kegiatan, Jumat, 3 April 2026.
Ia menyebutkan, hingga pelaksanaan dimulai, anggaran masih ditopang oleh swadaya panitia dan bantuan donatur.
Sementara itu, dukungan dari pemerintah kota maupun CSR, yakni Bank Kaltimtara, belum sepenuhnya terealisasi.
“Dari pemkot belum keluar, CSR juga masih proses. Jadi sementara kami tutupi dulu. Mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ini bisa cair,” katanya.
Meski dengan keterbatasan, Rajab memastikan kebutuhan dasar pelaksanaan masih dapat terpenuhi, termasuk untuk operasional kegiatan dan kebutuhan dewan juri.
“Alhamdulillah masih tercukupi, karena ada donatur dan gotong royong panitia, termasuk melibatkan guru,” tambahnya.
Selain itu, keterbatasan anggaran juga berdampak pada jumlah peserta dan cabang lomba.
Tercatat sebanyak 93 peserta dari seluruh kelurahan di Kecamatan Samarinda Kota mengikuti MTQ tahun ini.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai hampir 200 peserta.
Sementara cabang yang dilombakan juga dibatasi menjadi sekitar enam hingga tujuh cabang.
“Biasanya hampir 200 peserta, sekarang separuh saja belum. Cabang juga dikurangi karena menyesuaikan dana,” jelasnya.
Untuk diketahui, MTQ ke-15 tingkat Kecamatan Samarinda Kota ini digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang seleksi untuk menentukan perwakilan yang akan berlaga di MTQ tingkat Kota Samarinda pada Juli 2026 mendatang.
Rajab juga mengakui, kondisi serupa terjadi di sejumlah kecamatan lain yang bahkan memilih menunda pelaksanaan MTQ akibat keterbatasan anggaran.
“Banyak kecamatan yang ditunda. Kalau tidak dilaksanakan, berarti tidak ada perwakilan ke tingkat kota,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya memilih tetap melaksanakan kegiatan demi menjaga keberlangsungan pembinaan qori dan qariah di tingkat kecamatan.
“Ini upaya mencari bibit qori dan qariah untuk mewakili kecamatan ke tingkat kota. Kami tetap konsisten melaksanakan meski dengan keterbatasan,” katanya.
Rajab berharap pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan perwakilan terbaik untuk tingkat kota.
“Mudah-mudahan Samarinda Kota bisa meraih juara umum dan melanjutkan ke tingkat kota,” tutupnya.

