KUKAR: Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan kembali menggelar Kukar Land pada 2026.
Agenda musik berskala nasional tersebut telah ditetapkan sebagai bagian dari Kalender Kukar Kaya Festival dan dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026 di Kecamatan Tenggarong.
Rendi menyampaikan kepastian itu setelah sebelumnya muncul keraguan di tengah masyarakat akibat pembatalan Kukar Land pada 2025.
Menurutnya, Pemkab Kukar telah menyiapkan anggaran khusus sehingga pelaksanaan Kukar Land tahun depan dapat berjalan tanpa mengganggu program pembangunan daerah lainnya.
“Kukar Land sudah pasti kembali tahun ini, kami sudah siapkan anggarannya,” kata Rendi, Rabu, 28 Januari 2026.
Kukar Land dinilai bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang strategis untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
Event ini diharapkan kembali menjadi magnet wisata sekaligus wadah promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pelaku ekonomi kreatif di Kukar.
Pada pelaksanaan perdananya pada 2023, Kukar Land mencatat antusiasme tinggi dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional lintas generasi, seperti Soneta, Tipe-X, Potret, Maliq and D’Essentials, hingga Setia Band.
Rencana penyelenggaraan Kukar Land tahun 2025 sempat disusun cukup matang, termasuk melalui sayembara logo.
Namun agenda tersebut akhirnya dibatalkan karena pemerintah daerah memilih melakukan penyesuaian anggaran untuk kebutuhan pembangunan prioritas.
Rendi menegaskan, keputusan itu tidak menghilangkan komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan Kukar Land sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis event.
Menurut Rendi, Kukar Land telah lama dinantikan masyarakat dan akan kembali digelar pada penghujung tahun agar tetap selaras dengan rangkaian Kukar Kaya Festival.
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan Kukar Land 2026 tidak akan meninggalkan marwah program tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap berpegang pada komitmen meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus menyediakan ruang hiburan yang berkualitas bagi masyarakat Kukar.
Rendi juga menanggapi kekhawatiran terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2026 yang mengalami penurunan.
Ia memastikan, pelaksanaan event berskala nasional tidak akan menggeser alokasi anggaran untuk pembangunan sektor-sektor prioritas.
Pemerintah daerah, ujar dia, telah melakukan penghitungan agar agenda festival tetap berjalan beriringan dengan program pembangunan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemkab Kukar juga menyiapkan sejumlah agenda lain sepanjang 2026.
Pada awal tahun, misalnya, akan digelar Festival Pesisir Nusantara di Samboja yang juga dirancang menghadirkan artis nasional.
Pola ini, menurut Rendi, menunjukkan bahwa pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan sektor pariwisata berbasis event.
“Kami pastikan event ini tidak akan menggeser prioritas pembangunan di Kukar,” pungkasnya.

