SAMARINDA : Reformasi aparatur (birokrat) erat kaitannya sebagai penunjang dalam mewujudkan keberhasilan birokrasi yang baik. Sebab itu, peningkatan sumber daya manusia (ASN dan Non ASN) juga menjadi bagian yang patut dilaksanakan. Karena dalam rangka mewujudkan Samarinda sebagai Kota Peradaban, diperlukan tata pemerintahan yang baik dengan reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil kerja.
Sebagaimana disampaikan Andi Harun dalam sambutannya, pada malam penganugerahan ASN dan Non ASN serta Probebaya Award tahun 2023. Digelar di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jumat (27/1/2023) malam. Aparatur pemerintah yang memiliki komitmen dalam menjalankan kebijakan dan fungsi pelayanan publik.
Andi Harun menyampaikan, dirinya beserta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkomitmen untuk mewujudkan Samarinda sebagai Kota Peradaban. Pihaknya mendorong reformasi birokrasi dengan perubahan-perubahan tata pemerintahan dan menggeser pola pikir orientasi birokrasi yang semula terpusat pada proses, menjadi peningkatan pelayanan publik atau birokrasi berorentasi pada hasil.
“Saya mengajak kepada jajaran Pemkot Samarinda agar berkomitmen berani merubah pola kerja lama birokrasi kita yang sebelumnya berfokus pada proses dan tidak praktis. Hendaknya mewujudkan birokrasi yang efisien, efektif dan berkualitas,” tuturnya.
Dijelaskannya, mewujudkan aparatur yang berkompeten, profesional dan berintegritas, diharapakan mampu memiliki mindset bertanggungjawab dan bekerja keras dalam memberikan pelayanan publik dan meningkatkan pembangunan.
Lanjutnya, tentunya dengan peningkatan kualitas aparatur birokrasi akan mengembangkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pembangunan, menunjang ekonomi yang semua kemudian bermuara kepada kemajuan daerah khususnya kota Samarinda sebagai Kota Peradaban.
“Adaptasi sumber daya manusia itu perlu terus dilakukan demi keberlangsungan hidup pada perubahan lingkungan, teknologi dan informasi di masa depan. Kita semua harus secara kolaboratif dan inovatif demi mewujudkan pembangunan di Kota Samarinda sebagai pusat peradaban,” ungkapnya.

