SAMARINDA : Meski sempat dilanda pandemi Covid-19, yang mengharuskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan refocusing dan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tetap bisa membangun infrastruktur secara terukur. Karenanya,
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengaku, optimis kondisi jalan mantap di Kaltim bisa mencapai angka 82 persen di tahun 2023.
“Kami optimis akhir tahun 2023 ini kondisi jalan mantap di Kaltim bisa mencapai 82 persen karena tahun lalu capaiannya sudah 77,52 persen,” kata Isran di Samarinda, Jumat (3/2/2023).
Sebagai informasi, total panjang jalan provinsi ialah 895 km dan presentase jalan provinsi dalam kondisi mantap pada tahun 2018 lalu masih sekitar 50 persen. Sementara tahun 2022 lalu, jalan provinsi dalam kondisi mantap meningkat menjadi 77,52 persen.
Isran mengungkapkan, target dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2023 adalah sebesar 78 persen.
Sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Isran memang menempatkan pembangunan infrastruktur kewilayahan sebagai prioritas, sesuai misi ketiga visi Kaltim Berdaulat yakni “Berdaulat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kewilayahan”.
“Untuk pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur, kita tidak banyak melakukan pergeseran anggaran karena pembangunan SDM dan infrastruktur ini sangat penting,” tegasnya.
Mantan Bupati Kutai Timur itu menjelaskan, 77,52 persen berarti terdapat 692 km kondisi jalan provinsi yang sudah mantap. Sementara sisanya rusak ringan dan rusak berat.
Sehingga, jika realisasi di tahun 2023 bisa mencapai 82 persen, itu berarti kondisi jalan provinsi yang sudah mantap menjadi 711 km dan 184 km sisanya kondisi jalan masih rusak ringan dan rusak berat.
Kepala Dinas PUPR dan Pera Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengungkapkan, sedikitnya 294 km jalan beton yang sudah dibangun untuk jalan provinsi sampai akhir 2021.
“Sedangkan jalan aspal yang sudah dibangun sepanjang 475 km,” jelas Nanda, sapaan akrabnya.
Ia pun memaparkan, ruas-ruas jalan provinsi yang sudah dilakukan peningkatan kualitas menjadi mantap, antara lain jalur Samarinda menuju Kecamatan Sebulu di Kabupaten Kutai Kartanegara sepanjang 67 km.
“Sekarang sudah jauh lebih nyaman dilalui dan 2023 insyaallah tuntas. Dulu, jalan ke sana susah sekali dilewati,” sebutnya.
Selanjutnya, jalur Samarinda – Palaran – Sangasanga – Muara Jawa – Samboja (pesisir) dengan kondisi jalan sebagian beton dan sebagian lainnya aspal yang ditargetkan mulus tuntas pada tahun 2023.
Kemudian jalur Simpang Tiga Samberah – Muara Badak, dalam kondisi hitam mulus dengan aspal. Demikian pula Samarinda – Anggana.
“Memang ada longsoran di sana. Insyaallah secara terukur dan terencana akan kami tangani pada 2023,” ujarnya.
Lanjut Nanda, Jalan provinsi lainnya yang juga sudah mulus dan nyaman dilalui adalah Simpang km 38 Samboja – Sepaku – Petung sepanjang 103,9 km.
Untuk diketahui, status jalan tersebut kini beralih menjadi jalan nasional karena Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di sekitar pertengahan jalur tersebut.
Sehingga, kontribusi APBN masuk dari Simpang km 38 hingga Simpang ITCI dan Simpang Rico. Sementara APBD Provinsi Kaltim digelontorkan dalam proyek tahun jamak untuk membangun jalan dari Simpang Rico (Jembatan Pulau Balang) hingga Petung sepanjang 30,42 km.
“PR kami hingga akhir masa jabatan Gubernur dan Wagub yang sekitar 18 persen itu adanya di utara. Antara Kaliorang – Talisayan – Tanjung Redeb, jalur itu total panjangnya 400 km. Paling berat di Kaubun (Kutai Timur) – Talisayan (Berau). Untuk Kaliorang – Kaubun insyaallah tuntas tahun 2023,” pungkasnya.

