
BONTANG : Penanggulangan banjir Kota Bontang menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya Wakil Komisi III DPRD Kota Bontang, Abdul Malik. Ia meminta pemerintah kepemimpinan Basri Rase – Najirah merealisasikan satu polder di anggaran 2024.
Ia menjelaskan, pembangunan polder menjadi salah satu program penanganan banjir Kota Bontang yang dituangkan dalam RPJMD 2021-2026.
“Ini sudah masuk di RPJMD 2021-2026, Saya harap pak wali kota dan bu wakil direalisasikan satu polder di APBD 2024,” kata Abdul Malik saat di konfirmasi narasi.co belum lama ini.
Menurutnya, pembangunan polder menjadi salah satu penanganan banjir selain pengerukan sedimentasi aliran sungai dan pembangunan drainase.
Ia mengakui, pemerintahan saat ini terus berupaya melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur penanganan banjir, namun realitanya banjir masih sering terjadi di Kota Bontang akhir-akhir ini.
“Memang kita akui pemerintah serius menanggapi banjir, tapi fakta lapangan banjir masih terjadi meski diklaim berkurang. Tapi kita minta sesuai janji awal pemerintahan harus bisa selesaikan 1 dari 3 polder,” tuturnya.
Lebih lanjut ia juga mengingatkan, agar Pemerintah Kota Bontang juga memperhatikan Waduk Kanaan di Bontang Barat yang saat ini digunakan sebagai penampung air kiriman.
Dalam upaya penanggulangan banjir, pemerintah kota (pemkot) harus melakukan pengerukan danau tersebut yang saat ini lumpurnya kian menebal.
Waduk Kanaan tidak sebatas dipersiapkan untuk penanganan banjir, namun air waduk tersebut dapat difungsikan untuk pemenuhan air bersih Bontang yang kian menipis.
“Kita sudah kritis air bawah tanah. Menunggu proses air Waduk Marangkayu ini lama. Bontang kebanjiran air permukaan, maka perlu pertimbangan penggunaan air Waduk Kanaan. Tidak hanya untuk personal banjir tapi juga untuk pemenuhan air bersih,” tandasnya.

