SAMARINDA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengaku terpesona dengan sistem pertanian yang dilakukan Jepang dan Korea dimana mereka bertani bukan di atas tanah, melainkan secara modern.
“Salah satu program yang ingin saya dorong adalah ketahanan pangan. Karena itu, saya mengajak BKOW Kaltim untuk membangun greenhouse, baik itu cabai, sayur-sayuran maupun buah-buahan,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat menerima audiensi Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim Suryani Astuti Tommy, didampingi pengurus organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW Kaltim, serta perwakilan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kaltim dan Disperindagkop dan UKM Kaltim di Ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Rabu (13/12/2023).
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menegaskan, salah satu cara dalam mendukung dan mendorong transformasi bidang ekonomi yakni dengan mewujudkan ketahanan pangan.
Menurutnya, dengan membangun greenhouse akan otomatis membantu daerah dalam mengatasi masalah inflasi karena cabai merupakan komoditas penyebab inflasi.
“Karena BKOW memiliki anggota 40 organisasi wanita yang bisa membangun greenhouse dan dapat membantu pemerintah daerah dalam menekan inflasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa membangun greenhouse tidak memerlukan lahan yang luas dan dana yang besar karena bisa dibuat dengan bambu.
“Yang penting ada gerakan bersama dan ada lahannya, terkait mengelolanya nanti kita bisa bekerja sama dengan fakultas pertanian, maupun politani yang ada di Kaltim. Kita berdayakan mahasiswa, sekalian meraka bisa praktek di lapangan,” tegasnya.
Ketua BKOW Kaltim Suryani Astuti Tommy mengaku selain untuk bersilaturahmi, audiensi juga menginformasikan keberadaan dan program BKOW Kaltim yang beranggotakan 45 organisasi perempuan di Kaltim.
“Dari jumlah tersebut, yang aktif hanya sekitar 40 organisasi. Kami juga akan melaporkan kegiatan masing-masing organisasi, seperti pelatihan tata rias kecantikan, kesehatan maupun kepribadian,” ucapnya. (*)

