KUKAR: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyebut pertambangan tidak selalu berkolerasi dengan perusakan lingkungan.
“Tadi kita sudah melihat langsung dan bagus semua. Sawah mereka cetak tadi ada empat setengah hektar, termasuk pengembangan peternakan sapi yang hampir 400 ekor. Juga menanam buah lengkeng dan hortikultura yang hasilnya bagus,” kata Akmal.
Hal itu ia katakan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya di Desa Buana Jaya Tenggarong Seberang, Selasa (26/12/2023).
Kedatangan Akmal disambut Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah bersama Sekda Kabupaten Kukar Sunggono, Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Siti Farisyah Yana, Kepala Pelaksana BPBD Agus Tianur, Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono, serta pimpinan PT Jembayan Muara Bara (JMB) di office mining Desa Buana Jaya.
Dalam kunjungan itu, Akmal melihat kawasan konsasi PT JMB yang telah dilakukan proses reklamasi bekas lahan tambangnya dijadikan lahan pertanian.
Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu juga melihat, petani yang merupakan warga transmigrasi di sana telah bercocok tanam hortikultura dan menanam sayur seperti Gambas dan hasilnya bagus.
Ia menegaskan, Kaltim memiliki potensi untuk ketahanan pangan selama pemerintah daerah memfasilitasi dan mendukung kegiatan para petani. Sehingga, diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Mulawarman Samarinda untuk mendorong anak-anak muda agar bertani modern.
“Kita ingin hadir pertanian modern di Kaltim. Orang kan rata-rata malas kotor-kotor, maka kita bertani yang lebih bersih tapi hasilnya bagus,” jelasnya.
Dalam kunjungan ke Desa Buana Jaya Tenggarong Seberang, Akmal Malik bersama Edi Damansyah serta komunitas menggunakan sepeda motor trail meninjau lokasi pertanian di lokasi eks tambang PT JMB.
Selain itu, ia juga melakukan panen Gambas, penanaman bawang merah di greenhouse Dusun Pulau Mas Desa Buana Jaya, serta bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Buana Jaya. (*)

