SAMARINDA: Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) menargetkan pembentukan 1.000 wirausaha baru melalui Program Jospol Pengembangan Wirausaha.
Program ini mencakup pelatihan, pendampingan hingga bantuan peralatan produksi yang akan diserahkan kepada peserta pada akhir Desember 2025.
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan bahwa program ini memang dirancang untuk menumbuhkan wirausaha baru yang memiliki keterampilan dan legalitas usaha yang lengkap.
“Program Jospol pengembangan wirausaha itu kan dimaksudkan untuk menumbuhkan wirausaha baru di Kalimantan Timur,” ujarnya, Senin 24 November 2025.
Menurutnya, seluruh peserta kini telah menyelesaikan pelatihan dan tinggal menunggu penyelesaian tahap pendampingan.
Pendampingan meliputi pengurusan izin usaha, NPWP, serta kebutuhan khusus seperti sertifikasi halal bagi peserta yang mengikuti pelatihan kuliner.
Bantuan peralatan produksi rencananya disalurkan setelah seluruh pendampingan dinyatakan selesai.
Jenis peralatan yang diberikan disesuaikan dengan bidang pelatihan yang diikuti peserta, seperti kuliner, menjahit, laundry, makeup artist, barbershop, dan servis alat elektronik.
“Jenis bantuan peralatan disesuaikan dengan pelatihan yang diikuti. Yang terbanyak itu pesertanya kuliner,” kata Heni.
Ia menjelaskan enam bidang pelatihan tersebut dipilih berdasarkan hasil survei, karena minat masyarakat paling tinggi di sektor-sektor tersebut dan peluang usahanya dinilai sangat terbuka.
Program ini dianggarkan melalui APBD murni 2025 dengan total mencapai Rp10 miliar untuk keseluruhan program.
Setelah menerima peralatan, peserta tetap akan dipantau oleh pendamping yang ditugaskan pemerintah.
Heni menyebut pemantauan ini dilakukan untuk memastikan usaha berjalan, alat digunakan dengan baik, dan terdapat perkembangan pada omzet serta pemasaran.
“Tidak menutup kemungkinan tahun berikutnya ada peningkatan level pelatihan,” katanya.
Program ini pada 2025 dilaksanakan di tiga daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Masing-masing daerah diikuti lebih dari 350 peserta sehingga total mencapai sekitar 1.000 wirausaha baru.
Kami mulai dari tiga daerah ini karena jumlah penduduk dan UMKM-nya terbanyak. Harapannya nanti program diperluas ke kabupaten/kota lainnya,” ujar Heni.
Mulai 2026, DPPKUKM menargetkan program ini menjangkau 10 kabupaten/kota, dengan proyeksi peserta mencapai 2.500 wirausaha baru dan meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Program Jospol juga menjadi bagian dari target besar Pemprov Kaltim untuk mencetak 10 ribu UMKM baru dalam lima tahun.
Ia memastikan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui berbagai kanal informasi, mulai dari media sosial hingga penyampaian resmi ke dinas di kabupaten/kota.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses kesempatan untuk berwirausaha.

