SAMARINDA: Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) akan membangun dua fasilitas tambat tongkang baru di Sungai Kunjang dan Sungai Lais mulai 2026.
Langkah ini diambil untuk menata ulang aktivitas tambat yang selama ini dilakukan di tengah sungai, yang dinilai tidak lagi efisien serta menimbulkan risiko keselamatan pelayaran.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengatakan pembangunan fasilitas tambat adalah kebutuhan mendesak mengingat lalu lintas tongkang batu bara di jalur sungai tersebut sangat padat.
“Sekarang mereka masih berlabuh di tengah sungai. Ini kita siapkan tempat khusus agar lebih tertib dan aman,” ujarnya usai menghadiri Upacara Hari PU ke-80 di Samarinda, Rabu, 3 Desember 2025.
Dua titik yang disiapkan akan menjadi lokasi singgah ponton dan tongkang sebelum maupun sesudah melintasi jalur jembatan.
Maslihuddin menyebut konstruksi fisik akan dimulai tahun depan, dengan target operasional penuh pada 2027.
“Tahun depan kita bangun fasilitas tambahan itu. Targetnya 2027 sudah bisa operasional,” jelasnya.
Dishub menilai keberadaan fasilitas tambat resmi tidak hanya menyelesaikan masalah ketertiban pelayaran, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Bisa untuk PAD juga. Mudah-mudahan berhasil dan bisa segera termanfaatkan,” kata Maslihuddin.
Selain proyek tambat, Dishub Kaltim juga menyusun peta jalan penataan layanan pelayaran secara bertahap, termasuk penyelesaian rehabilitasi sejumlah dermaga daerah.
Namun beberapa rencana harus ditunda karena penyesuaian anggaran daerah.
“Memang ada beberapa dermaga yang tadinya masuk rehabilitasi 2026, tapi karena pengurangan TKD dan anggaran tidak mampu, kita pending ke tahun berikutnya,” ujarnya.
Proyek tambat tongkang Kunjang-Lais menjadi prioritas karena dinilai berdampak langsung pada kelancaran distribusi batu bara dan keselamatan transportasi sungai. (Adv Diskominfo Kaltim)
Editor : Emmi

