SAMARINDA: Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola baru pemerintahan yang efektif dan mendukung kesuksesan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya reformasi birokrasi tidak akan berjalan maksimal apabila pola kerja ego sektoral masih dipertahankan antarinstansi pemerintah. Namun, alumni PKN harus menjadi pelopor budaya kolaborasi sebagai motor perubahan di lingkungan pemerintahan.
“Sering kali perubahan tidak bergerak bukan karena kita tidak bisa, tetapi karena kita tidak mau bekerja sama. Ego sektoral harus diakhiri,”ungkap Taufiq, saat menjadi narasumber PKN 28, Samarinda, pada Sabtu 6 Desember 2025.
Ungkapnya, alumni PKN harus mampu membuka ruang kerja bersama antara pusat dan daerah, antarinstansi serta dengan seluruh unsur pendukung lainnya, agar wajah pelayanan publik kembali pada satu tujuan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kita ingin wajah pemerintah itu satu. Tidak ada lagi pemisahan antara pusat dan daerah, atau antar dinas. Yang ada hanya satu wajah, yaitu wajah Pemerintah Republik Indonesia,” pesan Muhammad Taufiq kepada para peserta PKN angkatan ke-28.
Lebih lanjut, Taufiq menegaskan bahwa kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan menyiapkan pemimpin visioner yang memiliki pandangan nasional bahkan global.
Menurutnya, pemimpin daerah harus berani mengubah cara pandang birokrasi menjadi lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
“IKN membutuhkan pemimpin masa depan, bukan sekadar administrator. Kita memerlukan pemimpin yang berani mengambil keputusan, inovatif, dan mampu melihat jauh ke depan,” ungkapnya.
Selain itu, Taufiq juga memberikan apresiasi kepada BPSDM Kaltim yang dinilai sebagai lembaga paling progresif dalam pengembangan kapasitas ASN, termasuk melalui pemberian beasiswa lintas daerah bagi peserta PKN Angkatan 28.
Kolaborasi strategis serta kesiapan pemimpin visioner tersebut diharapkan dapat membawa dampak langsung bagi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan Kaltim siap menyongsong pusat pemerintahan baru Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia itu, menegaskan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) memiliki peran strategis dalam membentuk pemimpin birokrasi yang adaptif dan mampu mengeksekusi perubahan di tengah dinamika krisis dan tantangan global.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan lembaga penyelenggara yang hadir, termasuk Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, kepala BKPSDM kabupaten/kota, serta berbagai perwakilan lembaga pemerintah lainnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah, para pendamping, dan semua pihak yang telah mendukung proses pembelajaran ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kekuatan,”ujarnya.
Taufiq menjelaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, geoeconomics, krisis sumber daya alam, penurunan biodiversitas, hingga perubahan lingkungan global yang berdampak langsung pada masa depan pembangunan nasional. Menurutnya, perubahan tersebut harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi dan kepemimpinan yang kuat.
“Kita sedang berhadapan dengan tantangan serius. Jika tidak disiapkan dari hari ini, tahun 2035 Indonesia hanya akan melihat air dan kambing karena hilangnya keanekaragaman hayati. Perubahan iklim sudah nyata dan memengaruhi kehidupan kita,” tegasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)
Editor: Emmi

