SAMARINDA: Gebyar Raya UKM Kaltim 2025 dibuka di Halaman Galeri UKM Kalimantan Timur, Jumat 12 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Desember dimeriahkan puluhan stan ini menjadi wadah promosi produk, perluasan akses pasar, serta penguatan ekosistem pembiayaan bagi pelaku UKM di Bumi Etam.
Acara dibuka langsung Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih.
Heni menjelaskan bahwa Gebyar Raya UKM merupakan branding baru Pemprov Kaltim sebagai bentuk komitmen membangun ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku UKM.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak lagi hanya sebatas pelatihan dan pendampingan, tetapi juga penyediaan event yang dapat meningkatkan visibilitas produk di tengah masyarakat.
“UKM tidak hanya butuh pelatihan dan pendampingan. Mereka butuh panggung untuk memperkenalkan produk, meningkatkan produksi, dan memutar roda usaha. Itulah tujuan Gebyar Raya UKM ini,” ujar Heni.
Heni turut menyinggung kondisi akses pembiayaan yang belakangan mengalami perlambatan, terutama untuk sektor kecil dan mikro.
Karena itu, pihaknya mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan mulai perbankan, asosiasi usaha hingga pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas akses pendanaan bagi UKM.
Perbankan seperti Bankaltimtara, Bank Indonesia, dan lembaga lainnya hadir sebagai mitra dalam penyelenggaraan kegiatan. Selain itu, dukungan juga datang dari Kadin, HIPMI, PPJI, serta komunitas pelaku UKM.
“Permodalan masih menjadi kendala utama UKM. Pemerintah berkewajiban menyiapkan skema pembiayaan yang mudah, cepat, dan tidak memberatkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov juga telah menggelar Finance Festival sebagai bagian dari upaya memperluas pengetahuan pelaku UKM mengenai skema pembiayaan.
Festival serupa direncanakan menjadi agenda rutin setiap tahun.
Tahun ini, Gebyar Raya UKM mengangkat tema penguatan ekosistem halal.
Heni menyampaikan bahwa seluruh produk UKM Kaltim ke depan diharapkan telah memiliki sertifikasi halal, terutama melalui jalur self declare yang dinilai cepat dan mudah.
Pemprov bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Jamkrida, serta BI, untuk mempercepat proses sertifikasi.
“Kami sudah menyiapkan karpet merah bagi pelaku UKM yang ingin mengurus sertifikat halal. Untuk self declare, prosesnya bisa selesai dalam satu minggu hingga satu bulan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta UKM akan didata untuk membangun database terpadu. Data tersebut mencakup kebutuhan, kendala, dan potensi masing-masing pelaku usaha.
Nantinya, informasi ini menjadi dasar penyusunan program pembinaan dan kebijakan pemberdayaan UKM tahun berikutnya.
Heni berharap Gebyar Raya UKM dapat menjadi momentum memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan di Kaltim dan menjadi agenda rutin setiap tahun.
Pembukaan acara ditandai dengan penekanan sirine dan dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai pemeliharaan sistem jaminan produk halal serta strategi branding halal untuk UKM.

