SAMARINDA: Program pembagian seragam sekolah gratis melalui skema Gratispol yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menuai respons positif dari kalangan pelajar, salah satunya siswa SMA Negeri 16 Samarinda.

Para penerima bantuan menilai kualitas seragam yang diberikan layak, nyaman dipakai dan dinilai memiliki ketahanan jangka panjang.
Kepala SMAN 16 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin, menyampaikan sekolahnya menerima distribusi seragam gratis untuk sekitar 246 siswa kelas X.
Bantuan tersebut diserahkan secara bertahap dan telah dimanfaatkan oleh para siswa sejak awal semester.
“Program Gratispol ini sangat bagus. Anak-anak terlihat senang, bahkan sederhana saja, mereka bisa tersenyum saat datang ke sekolah. Dari sisi sekolah, kami mengapresiasi penuh program Pak Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, karena manfaatnya langsung dirasakan,” ujar Abdul Rozak saat ditemui di SMAN 16 Samarinda, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima siswa cukup lengkap, meliputi seragam sekolah, sepatu, tas, celana, sabuk, kaos kaki, hingga topi.
Dari sisi kualitas, pihak sekolah menilai tidak ada masalah berarti.
“Secara umum sampai hari ini kami belum menerima keluhan. Paling hanya satu-dua kasus ukuran yang kurang pas, seperti kekecilan atau kebesaran, dan itu sudah diselesaikan dengan sistem tukar. Jadi aman,” jelasnya.
Abdul Rozak juga menyampaikan harapannya agar program ini dapat terus dikembangkan ke depan.
Menurutnya, jika memungkinkan, bantuan tidak hanya berhenti pada seragam hari Senin, tetapi juga dapat mencakup seragam olahraga atau atribut lain yang mendukung aktivitas siswa.
“Mungkin ke depan bisa ada dukungan tambahan, seperti seragam olahraga dengan identitas dinas pendidikan atau provinsi. Tapi secara umum, program ini sudah sangat membantu,” tambahnya.
Dari sisi siswa, apresiasi serupa juga disampaikan. Muhammad Alif Alsamar, siswa kelas X SMAN 16 Samarinda, menilai kualitas bahan seragam cukup baik dan terasa nyaman saat dipakai.
“Menurut saya kualitasnya bagus dan bukan bahan murahan. Rasanya awet dan pasti bisa dipakai untuk sekolah sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Arjuna Abdurrahman Kurniawan turut mengungkapkan kelengkapan bantuan senilai Rp1 juta yang diterima membuat siswa merasa diperhatikan oleh pemerintah.
“Kemarin dapat sepatu, tas, seragam, celana, sabuk, kaos kaki, sampai topi. Ukurannya juga sesuai, tidak ada tukar-tukaran. Jadi nyaman dipakai,” katanya.
Keduanya mengaku sangat terbantu dengan adanya program seragam gratis tersebut, terutama dalam mengurangi pengeluaran keluarga.
Mereka berharap ke depan bantuan pendidikan bisa diperluas.
“Kalau boleh berharap, mungkin selain seragam bisa dibantu juga buku tulis atau alat-alat tulis,” ungkap Arjuna.
Program Gratispol sendiri merupakan salah satu kebijakan unggulan Pemprov Kaltim dalam menjamin akses pendidikan yang lebih merata.
Melalui bantuan seragam gratis, pemerintah berupaya memastikan seluruh siswa, khususnya di jenjang SMA/SMK/MA, dapat memulai proses belajar tanpa terkendala kebutuhan dasar sekolah.

