SAMARINDA: Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara bagi kendaraan berat menyusul penutupan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang dilakukan atas pertimbangan keselamatan.
Rekayasa ini akan terus diberlakukan hingga hasil uji struktur jembatan yang dilakukan oleh Dinas PUPR-Pera Kaltim diumumkan secara resmi.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim, Heru Santoso, menuturkan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan distribusi logistik tetap berjalan.
“Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan sambil menunggu hasil uji struktur Jembatan Mahulu dari PUPR. Selama itu, arus kendaraan berat kami alihkan dan atur secara terbatas,” ujar Heru, Jumat, 30 Januari 2026.
Dalam pelaksanaannya, kendaraan berat dan logistik tidak diizinkan melintas Jembatan Mahulu dan dialihkan melalui Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar) dengan sistem buka-tutup pada malam hari, yakni mulai pukul 22.00 Wita hingga 05.00 Wita.
Heru merinci, skema pengaturan dilakukan secara bergantian dari dua arah dengan durasi yang disesuaikan kondisi antrean di lapangan.
“Sekarang kami terapkan buka tutup sekitar 15 menit per arah. Pola ini berlangsung sampai pukul 05.00 pagi,” jelasnya.
Menurut Heru, durasi tersebut masih dinilai ideal mengingat panjang bentang jembatan dan jarak tempuh yang mencapai sekitar 1,3 kilometer.
Namun, Dishub tetap membuka kemungkinan penyesuaian jika antrean kendaraan memanjang.
“Kalau antrean makin panjang, waktunya bisa kami pendekkan atau sesuaikan. Rekayasa ini dinamis, tergantung kondisi lapangan,” katanya.
Dishub mengakui, pada hari pertama penerapan sempat terjadi kepadatan, terutama dari arah APT Pranoto Samarinda Seberang hingga kawasan SMP 36 Samarinda.
Hal itu disebabkan banyak kendaraan berat yang sudah mengantre sejak siang hari sebelum jam operasional dibuka.
“Di awal pasti ada krodit. Banyak kendaraan yang sudah menunggu dari pagi, bahkan ada yang mendekati mulut jembatan. Ini jadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat penjagaan dan pengaturan titik-titik rawan,” ungkap Heru.
Untuk itu, Dishub mengimbau para pengemudi angkutan barang agar mendekati jembatan sesuai jadwal pembukaan, bukan menunggu terlalu lama di sekitar lokasi, karena dapat mengganggu arus lalu lintas lainnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menyampaikan penutupan Jembatan Mahulu dilakukan menyusul insiden tabrakan kapal yang terjadi hingga tiga kali.
PUPR akan melakukan uji dinamik dan non-destructive test (NDT) ulang terhadap struktur jembatan, yang direncanakan Sabtu, 31 Januari 2026.
Dishub menegaskan, selama hasil pengujian tersebut belum keluar dan belum ada rekomendasi teknis dari PUPR, rekayasa lalu lintas tetap diberlakukan demi keselamatan bersama.
“Begitu hasil uji keluar dan dinyatakan aman secara struktur, tentu skema lalu lintas akan kami sesuaikan kembali. Prinsip kami, keselamatan tetap yang utama, tapi distribusi logistik juga harus tetap berjalan,” pungkas Heru.

